Header Ads

Raja Rimba Menyerah Bersama Seorang Anak Buah

acehbaru.com | Aceh Timur -  Tiga tahun tertulis nama dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi, akhirnya Bahrum alias Raja Rimba dan anggotanya  Samsul alias Tae'un kelompok bersenjata  yang bermain di wilayah Kabupaten Aceh Timur menyerahkan diri. Selasa, 16 February 2016

Kepolisian Aceh Timur mencatat kelompok bersenjata Raja Rimba adalah kelompok criminal, pada tahun 2013 kelompok tersebut pernah melakukan penculikan Malcom terhadap pekerja kontraktor pengeboran sumur gas lapangan Matang I Medco EP Malaka  dikawasan Peureulak Aceh Timur.

Selain itu ia juga terlibat pembakaran Escavator/Backo milik  PT Agra Wisesa (Ralat-sebelumnya tertulis PT Abda Jaya)  saat mengerjakan proyek pengerasan jalan di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Perlak. Baca juga : Din Minimi Turun Gunung, Muncul Tentra Rakyat Aceh Keadilan (TRAK)

Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman mengatakan tersangka ini adalah pelaku kriminal murni yang menamakan diri dengan kelompok Raja Rimba. Baca juga : Ini Kisah Pertama Juha Turunkan Din Minimi

“Kelompok ini  telah menyerah ke polres Aceh Timur tanpa ada kesepakatan, kedua Bahrum alias Raja Rimba dan anggotanya  Samsul alias Tae'un menyerahkan diri atas kesadarannya sendiri,” Ujar kapolres

Kapolres juga menambahkan keduanya juga menyerahkan sepucuk senjata Air Soft Gun merk KWC dan satu pucuk senjata laras panjang AK 56 bersama  8 butir peluru, 27 butir peluru FN kaliber 4,5, tiga pasang baju loreng, dan satu tas punggung warna hitam. (Ira/ham)

Baca juga : Amnesti Untuk Din Minimi, Ini Komentar DPR RI asal Aceh

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.