Header Ads

PT Perta Gas Arun, Senyum atau Air Mata Bagi Warga Sekitar?

acehbaru.com - Kehadiran PT Arun LNG tahun 1971 menjadi salah satu penyebab menyuburnya gerakan tuntutan kemerdekaan Aceh GAM muncul. Banyak cerita menyebutkan karena kesenjangan yang dialami penduduk lokal yang sulit meng akses kesana. Ribuan orang tewas gara-gara berjuang demi untuk ketenangan perut dan harapan hidup indah.

Kini gas alam cair katanya telah berkurang, sebagai gantinya muncul PT Perta Gas Arun (PAG) perusahaan anak pertamina ini sebagai terminal penyuplay gas ke Belawan. Senin, 1 Januari 2016, warga dari 13 desa berunjuk rasa, mereka meneriakan butuh pekerjaan dan meminta dilibatkan dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

[caption id="attachment_28284" align="alignright" width="200"]Perta Gas Arun Perta Gas Arun[/caption]

Mereka mengaku telah menyampaikan dengan surat soal uneg-uneg mereka untuk dapat bekerja di perusahaan itu, tentunya tak ada lain. Jika memiliki pekerjaan tetap pastinya juga pendapatan juga akan tetap. Pun begitu kehidupan yang sedikit layak mungkin-mungkin akan terjadi.

Dengan adanya pekerjaan dan pendapatan pula kerut kening, dan keringat bakal kurang intensitasnya, karena telah ada sasaran setiap pagi atau petang akan kemana. Tapi jika tidak, mungkin-mungkin keluar dari pintu rumah – kadang seperti harimau lapar. Melihat kiri kanan, dimana ya ada kambing hari ini?

Itulah yang diharapan oleh Kepala Desa Ujong Pacu, Abu Bakar “Kita sudah kirim surat kepada manjemen PAG, tapi kita tidak didengar,” Ujar Abu Bakar.

Ternyata keputusan unjuk rasa dilakukan setelah proses deplomasi kata orang pintar dilakukan masyarakat di 13 Desa tersebut. Malah ungkapan renyuh di sampaikan M. Yusuf salah seorang pemuda Blang Naleng Mameh. Ia menyampaikan warga lingkungan tak mau diterima karena dianggap tidak punya keahlian (skill), namun pemuda tersebut tak mau dituding demikian.

Kawasan industry yang telah lahir sejak 1971 itu, dalam kurun waktu itu sempat juga sejumlah warga dikawasan itu bekerja diperusahaan besar itu. Sehingga ada yang mampu mengisi posisi yang layak bagi mereka selaku bukan lulusan sekolah gas dan minyak disana-sini.

Terkait demo warga kali ini, Teuku Jubir, Jubir mewakili managemen mengatkan belum ada penerimaan tenaga, karena tidak ada tempat lewong, semua telah terisi oleh pekerja dari mantan PT Arun LNG.

Tunggu dulu ! ada harapan sama Jubir, katanya dalam waktu dekat akan ada penerimaan tenaga kontrak 26 orang. Tapi warga tak menerima tawaran itu, hingga Jubir harus balik arah, ia harus membahas kembali tuntutan warga di lingkungan internal.

Dahlan Abdullah seorang kepala desa yang lain berharap perusahaan yang berada didepan mata mereka itu lebih memprioritaskan warga lokal ketimbang interlokal.

Tentunya, begitu pedihnya mata Dahlan Abdullah, yusuf dan sejumlah warga lain, bila mereka melihat posisi yang bisa mereka kerjakan tetapi di isi oleh orang yang sangat jauh sekali kampungnya dengan mereka. Dia ber-ibarat, tamu yang menyantap makanan enak, mereka hanya boleh mencium kentut. (imr)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.