Header Ads

Pengalihan Retribusi Lapangan Merdeka Langsa Diduga 'Papa minta saham'

acehbaru.com | Langsa - Persatuan Pedagang Lapangan Merdeka (PPLM) memprotes tindakan Dinas Perindustrian,Perdagangan, Koperasi dan UKM (DISPERINDAG) Kota Langsa yang sepihak mengalihkan petugas pengutip retribusi. Jumat, 12 Februari 2016. Tindakan ini diduga 'Papa minta saham'

“Pengalihan pengutip retribusi dari mulanya dilakukan PPLM ke salah satu individu terjadi secara sepihak, dan tidak ada pemberitahuan kepada kami,” Ujar Doni Sinaga, A.ma.Pd ketua PPLM

Menurutnya selama ini kontrak retribusi di kutip oleh Pedagang Kaki Lima Lapangan Merdeka dan Lapangan Belakang Kota Langsa oleh organisasi PPLM. Namun tiba-tiba deperindag mengalihkan kepada seeorang pedagang yang berinisial BB.

[caption id="attachment_28595" align="alignright" width="300"]Doni Sinaga, A.ma.Pd ketua PPLM Doni Sinaga, A.ma.Pd ketua PPLM[/caption]

“Evaluasi hasil kerja PPLM selama memegang kontrak dalam pengutipan retribusi sangat baik, tidak ada pelanggaran yang dilakukan dalam poin-poin perjanjian kontrak,  ini aneh,” Sebut Doni.

Setelah pengalihan ini, kata Doni, pedagang banyak mengeluh dan melaporkan , bahwa BB memungut uang retribusi diluar ketentuan yang berlaku. Yaitu uang retribusi Rp 2000 / hari dipungut Rp 3000 sampai Rp 5000. Padahal dikertas retribusi jelas tertulis Rp 2000 .

Kepala Disperindag Kota Langsa, Ir.Ariman,MM mengatakan tidak mengetahui tentang pemberian kontrak tersebut, karena dibuat saat kadis pejabat lama.

"Saya akan memeriksa kasus ini dan meminta penjelasan Kabid Pasar terkait pemberian kontrak kepada orang pribadi tersebut," ungkap Ir.Ariman. Saat dikonfirmasi diruang kerjanya minggu lalu.

Sementara Kaoy Ahmad, Kabid Pasar Disperindag Kota Langsa, mengaku pemberian kontrak kepada BB atas rekomendasi Walikota karena katanya BB adalah timses walikota.

"Saya kasi kontrak ke Banta Bakri karena rekom walikota," ucap Kaoy Ahmad. Kaoy Ahmad juga membenarkan bahwa sudah dua kali mengeluarkan surat peringatan kepada Banta Bakri karena melakukan sejumlah pelanggaran dalam poin-poin perjanjian kontrak.

Walikota Langsa, Usman Abdullah,SE membatah telah memberi rekomendasi untuk Banta Bakri sebagai penerima kontrak pengutipan retribusi.

Direktur LSM Gajah Puteh, Sayed Zahirsyah mengatakan patut diduga ada perjanjian suap terselubung antara oknum dari Disperidag dengan BB atas pemberian kontrak tersebut. Apalagi mencatut nama walikota untuk mendapatkan kontrak. Kasus ini mirip "Papa Minta Saham".

"Pemberian kontrak retribusi kepada orang pribadi dengan mencatut nama Walikota sangat mencoreng nama baik walikota Langsa dan Dinas terkait," ucap Sayed Zahirsyah. Mohon walikota segera menindak oknum tersebut dan menyelesaikan kasus ini dengan bijaksana, ungkap Sayed Zahirsyah.

Para pedagang melalui PPLM mengharapkan walikota dan Kadis Disperindag dapat membatu para pedagang dengan bijaksana. Semoga. (ivo/jim).

 

 

 

 

 

1 komentar:

  1. harap para pejabat kota langsa kalau belum mampu memberi lapangan pekerjaan,seharusnya bangga kepada pedagang yang berada dilapangan merdeka langsa yang sudah menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,dan jangan diusik lagi,hanya gara-gara segelintir oknum yang hanya mencari kekayaan semata.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.