Header Ads

Pemerintah Aceh Tetapkan Kerawang Gayo Pakaian Resmi HUT TMII Ke-41

acehbaru.com | Banda Aceh – Pun beberapa oknum yang mengaku sebagai tokoh dari dataran tinggi Gayo giat berusaha memisahkan diri dari Propinsi Aceh. Namun pemerintah Aceh menetapkan Kerawang Gayo akan menjadi pakaian resmi peringatan Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah (HUT-MII) ke-41. Kamis, 18 Februari 2016


Pemerintah Aceh yang dipercayakan sebagai “tuan rumah” peringatan HUT MII tahun 2016  akan menyiapkan tiga ribu helai baju bertema ethenik Kerawang Gayo.


“Sejak ditunjuk sebagai Tuan Rumah HUT TMII ke-41, Pemerintah Aceh sudah berkomitmen untuk menjadikan Kerawang Gayo sebagai pakaian resmi yang nantinya akan dipakai oleh Presiden, para menteri dan seluruh gubernur dan bupati dan wali kota se-Indonesia pada acarapuncak peringatan HUT TMII,” ujar Drs Dermawan MM Sekda Aceh


Sebagaimana diketahui, pada peringatan HUT TMII ke-41 tahun ini, Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah. Rangkaian acara yang dihelat di Komplek TMII Jakarta itu akan dihelat mulai tanggal 17 hingga 24 April 2016.


“Tidak hanya masyarakat Indonesia, acara ini juga akan dihadiri oleh para Duta Besar negara sahabat. Kegiatan ini menjadi sangat penting bagi Aceh dalam rangka mempromosikan produk seni dan budayanya serta potensi di masing-masing kabupaten dan kota, karena event nasional juga menjadi perhatian negara-neggara sahabat,” ujar Dermawan.


Oleh karena itu, Dermawan meminta agar para bupati dan wali kota untuk turut serta dalam kegiatan ini. Nantinya, Pemerintah Aceh akan mendapatkan 27 stand berukuran masing-masing 3 meter x 3 meter. Pemerintah Aceh akan mendapatkan 4 stand, sementara itu pemerintah kabupaten/kota  akan mendapatkan masing-masing 1 stand.


“Saya menyarankan agar nantinya stand Aceh berbentuk Rumoh Aceh. Jadi, seluruh stand Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota berada dalam satu komplek yang berbentuk Rumoh Aceh. Jadi, setiap tamu yang datang nantinya benar-benar merasakan sedang berada di Aceh,” lanjut Dermawan.


Sekda menambahkan, nantinya di dalam Rumoh Aceh tersebut, masing-masing kabupaten/kota menampilkan produk unggulan, hasil kerajinan maupun produk seni budaya. Sekda juga meminta agar sosialisasi tentang bencana tsunami dan perdamaian Aceh di masukkan dalam agenda kegiatan.


“Tsunami dan Perdamaian Aceh merupakan momen penting yang terjadi bagi Aceh dan harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Karenanya, video dan foto yang berkaitan dengan dua kejadian ini harus pula kita putarkan pada kegiatan ini.”


Tari Ratoh Jaroe Kolosal


Dalam kesempatan tersebut, Badri Ismail selaku Kepala Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta menjelaskan, pada peringatan puncak acara HUT TMII juga akan dipentaskan pagelaran Tari Ratoh Jaro yang akan diikuti oleh 5.000 peserta yang terdiri atas siswa SMP, SMU dan mahasiswi.


“Rencana awal, Tari Ratoh Jaroe akan diikuti oleh 4100 peserta, namun saat ini kita sudah mempersiapkan sebanyak lima ribu peserta,” terang Badri.


Selain itu, lanjut Badri, pada malam puncak juga akan ada pementasan drama kolosal Laksamana Keumala Hayati dan Pawai Budaya serta festival kuliner.


Apresiasi Direktur TMII


Sementara itu, Direktur Umum TMII, Bambang Parikesit, menyatakan takjub dengan keseriusan Pemerintah Aceh dalam mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah peringatan HUT TMII ke-41 tahun 2016 ini.


“Saya takjub dan salut dengan keseriusan Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota dalam mempersiapkan diri menjadi Tuan Rumah HUT TMII. Saya sangat mengapresiasi karena dalam rapat ini seluruh pengambil kebijakan turuthadir. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujar bambang.




Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sabang, Wakil Bupati Pidie, Wakil Wali Kota Langsa, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, serta sejumlah perwakilan pemerintah kabupaten/kota dan Satuan Kerja Perangkat Aceh terkait (rilis).



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.