Header Ads

Pemekaran Alabas, Komentar Irwandi cukup 'mematikan'

acehbaru.com | Banda Aceh – Pasca duek pakat ALABAS di Meulaboh isu pemekaran Aceh kembali berdengung. Mantan Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf berpendapat lain, ia menginginkan pemekaran Aceh seperti masa Kesultanan Aceh tahun 1619.

“Saya setuju pemekaran Aceh semekar-mekarnya. Sumut, Riau, Jambi, Sumbar, dan Bengkulu masuk kedalam Wilayah Aceh seperti zaman pra kolonial Eropa dulu. Saya setuju itu,” Katanya dalam akun facebooknya yang diposting pada pukul 06:05, kemarin

Ia menambahkan apa yang diusulkan oleh pegiat ALABAS itu bukan pemekaran tapi penguncupan atau pengkerdilan terhadap Aceh. “Saya gak ikut,” Katanya.

Berdasarkan sejarah, bila merunut pada pernyataan Irwandi, mungkin ini yang dimaksud, pada era Belanda di bawah kendali Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, periode tahun 1619–1623 dan 1627–1629, kala itu kekuasaan Kesultanan Aceh Darussalam di bawah Sultan Iskandar Muda meluas sampai ke seluruh Sumatra Timur.

Jatuhnya PahangKedahPatani, dan Perak, Semenanjung Melayu dengan Sumatra Timur, termasuk SiakIndragiriLingga, serta wilayah-wilayah di selatannya, terdapat Palembang dan Jambi, bagian dari imperium Kesultanan Aceh Darussalam.

Minggu, 7 Februari 2016 sejumlah elite politik yang terdiri dari anggota DPR RI, DPD, DPR Aceh serta tokoh masyarakat dari dataran tinggi Gayo,menghadiri kegiatan Duek Pakat Pemuda Mahasiswa guna membentuk Provinsi ALA-ABAS (ALABAS) berlangsung di Lapangan Teuku Umar Meulaboh.

Para tokoh ALA yang hadir adalah H Tagore Abubakar, Ketua KP3 ALA-ABAS H Armen Desky, H Zuriat Suparjo, sementara dari Barat dan Selatan,  Rafly Kande, H Abdullah Saleh, Ketua Front PeTA Aceh Teuku Sukandi, H Tjut Agam selaku Ketua KP3 ABAS, Tokoh masyarakat Abdya H Said Marwan Saleh. (irv)

 

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.