Header Ads

PAKAR : Isu jual beli proyek bukan hal baru

acehbaru.com | Aceh Utara - Direktur Eksekutif Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh Utara Hidayatul Akbar, SH mendesak pihak kepolisian agar mengusut tuntas motif penculikan Kepala Unit Lelang Proyek (ULP) Kamal Basri yang berakhir dengan tewasnya dua tersangka komplotan penculikan Ismuharudin dan Barmawi. Kamis, 4 Februari 2016

Menurut Hidayat, sepertinya dari keterangan orang-orang terdekat tersangka penculikan yang diungkap melalui salah satu media online kita mencium adanya praktek suap menyuap dalam proses lelang proyek yang dilakukan oleh kepala ULP. Baca juga : Azhari Cage meyakini ada jual beli proyek latar belakangi penculikan

Kasus suap menyuap atau gratifikasi dalam proses lelang proyek bukanlah hal baru, kita sudah sering mendengar keluhan masyarakat tentang ini akan tetapi karena sulitnya mengungkap kebenaran dari kasus tersebut maka praktek gratifikasi dalam pemenangan proyek  hanya menjadi rahasia umum yang tidak pernah terungkap. Baca juga : Kapolda : Kamal Diculik Terkait Proyek

"Sudah banyak sekali korban yang tertipu baik oleh pihak Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) maupun oleh pihak ULP yang meminta sejumlah uang untuk memenangkan tender kemudian setelah uang diserahkan dalam proses tender proyek mereka tetap dikalahkan," Ungkap Hidayat

Akan tetapi korban takut melaporkan kepihak yang berwajib karena dalam tindak pidana gratifikasi sipemberi dan sipenerima suap sama-sama bisa dihukum. Baca juga :LBH : Polisi ‘Bek Latah’ Hadapi Penculik  

Kita mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas motif penculikan ini serta menyita uang tebusan dari keluarga Kepala ULP yang diserahkan kepada tersangka penculikan sebesar 700 juta untuk proses pengembangan motif dari penculikan ini.

"Jangan-jangan uang tersebut adalah hasil dari gratifikasi juga, sebagai pejabat Publik sudah seharusnya seluruh kekayaan nya diketahui oleh publikdari mana diperoleh," Tambah Hidayat

Hidayat melanjutkan, kita juga menyayangkan sikap polisi yang menembak mati kedua tersangka pelaku penculikan, seharusnya polisi melumpuhkan bukan menembak mati,tutup hidayat. (ist)

Baca juga

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.