Header Ads

'Panas'Komentar Luhut: Organisasi Pembebasan Papua Diminta Pergi ke Melanesia, Jangan Tinggal di Indonesia!

acehbaru.com — Kemunculan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau Gerakan Pembebasan Papua yang memfokuskan aksinya untuk bergabung dengan Melanesian Spearhead Group (MSG) melahirkan tanggapan 'panas' dari Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan

[caption id="attachment_28774" align="alignright" width="454"]Melanesia Melanesia adalah gugus kepulauan yang memanjang dari Maluku lalu ke timur sampai Pasifik bagian barat, serta utara dan timur laut Australia. Wikipedia Melanesia
Melanesia adalah gugus kepulauan yang memanjang dari Maluku lalu ke timur sampai Pasifik bagian barat, serta utara dan timur laut Australia. Wikipedia[/caption]

Kelompok Gerakan Pembebasan Papua  mewacanakan diri ingin menyatukan negara-negara kawasan Melanesia dan memerdekakannya sebagai sebuah negara baru.

Luhut menegaskan, keberadaan mereka adalah ancaman. Namun, Pemerintah Indonesia tidak gentar atas keberadaan gerakan tersebut.

Gerakan semacam itu, kata Luhut, didasari oleh kesenjangan ekonomi yang tinggi. Dia pun menyoroti pemerintah setempat yang dianggap tidak mampu mengatur keuangan daerah untuk pembangunan dengan baik.

"Rp 52 triliun untuk otonomi khusus Papua itu sudah. Tapi hampir 60 persen pemimpin-pemimpin di Papua itu meninggalkan tempatnya. Bagaimana dia mau me-manage dengan baik? Manajemen mereka yang tidak baik," ujar Luhut.

Oleh karena itu, mantan Kepala Staf Presiden itu mendorong agar pejabat di Papua tidak terlalu sering meninggalkan daerahnya. Mereka diharapkan bisa menyalurkan dengan baik dana otonomi khusus yang sudah dialirkan oleh pemerintah pusat.

[caption id="attachment_28778" align="alignright" width="300"]Papan nama kantor United Liberation Movement for West Papua di Wamena, Papua Barat. | Foto Kompas.com Papan nama kantor United Liberation Movement for West Papua di Wamena, Papua Barat. | Foto Kompas.com[/caption]

Sebelumnya, Selasa (16/2/2016) sore pihak Kepolisian Resor Jayawijaya telah menyita papan kantor kantor United Liberation Movement For West Papua (ULWP) milik OPM di Jalan Trikora, Wamena, Papua.

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo menyatakanUnited Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau Gerakan Pembebasan Papua tak hanya akan mendirikan kantor di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Gerakan itu juga akan berdiri di ibu kota Papua, Jayapura.

“Kami berencana buka (kantor) di Jayapura,” kata Victor .Selasa, 16/02/2016  (i/CNN Kompas.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.