Header Ads

LBH : Polisi ‘Bek Latah’ Hadapi Penculik

acehbaru.com | Lhokseumawe –Insiden penembakan pelaku penculikan ditempat umum dilintasan jalan Medan –Banda Aceh tepatnya di Desa Geurugok Kecamatan Gandapura Bireuen menyita perhatian masyarakat termasuk aktivis lembaga bantuan Hukum Banda Aceh Pos Lhokseumawe. Senin, 1 Januari 2016

Fauzan, SH kordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe mengatakan pemburuan pelaku penculikan terjadi di wilayah Pasar Geurugok, Kabupaten Bireun. Tepatnya di jalan lintas Banda Aceh-Medan. Yang mana daerah itu adalah daerah keramaian.

“Karena Pasar serta sangat dekat dengan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Geurugok yang banyak anak-anak, Sehingga sangat beresiko,” kata Fauzan

Dia juga menambahkan berdasarkan informasi dari Media Pelaku meminta tebusan Rp 1.000.000.000 yang transaksinya dilakukan di daerah tesebut, setelah menerima uang tebusan Rp 700.000.000 Pelaku melarikan diri kearah Lhokseumawe.

Dan TIM Aparat Kepolisian Gabunganpun langsung melepaskan Tembakan peringatan, karena tidak diindahkan kemudian menembak kearah ban dan pelakunya turun kemudian terjadilah kontak tembak.

Seharusnya TIM kepolisian dapat memperkirakan bahwa jika dilakukan penghadangan di Pasar Geurugok Tepatnya di jalan lintas Banda Aceh-Medan, maka dipastikan akan terjadi kontak tembak di keramaian, kenapa tidak di buntuti saja dahulu, dan di tempat yang tidak terlalu banyak anak-anak dan masyarakat baru dilakukan penghadangan

“Alhamdulillah kontak tembak itu tidak memakan korban dari masyarakat, yang terkena peluru hanya pelaku, bagaimana jika pelurunya nyasar baik peluru dari Polisi maupun dari Pelaku dan peluru itu terkena ke masyarkat dan anak-anak ?. ini sangat membahayakan bagi keselamatan umum, hal ini menunjukkan TIM tidak sabar dan terkesan buru-buru dalam melakukan penyergapan,” Tambah Fauzan

Atas insiden itu, LBH menyayangkan kedua pelaku tewas di tempat kejadian, karena apapun yang dilakukan oleh Pelaku tentu ada hak-hak yang harus kita junjung tinggi, bukan berarti Pelaku tidak salah atau kami membenarkan tindakan pelaku, tidak !.

"Saya hanya menjunjung tinggi asas Presumption of innocent (asas praduga tak bersalah). Mungkin pelaku suruhan orang lain (Plager) yang nantinya kita dapat mengetahui siapa Pelaku Utama (Dader), atau apa saja bisa terjadi, jadi biar pengadilan yang memutuskan," Sebut pengacara yang selama ini banyak mendampingi kasus masyarakat lemah

Sebagaimana diketahui Kamal Bahri (42)  PNS ULP dilingkungan Provinsi Aceh diculik saat pulang kerja pada, Kamis 28 Januari 2016, saat itu penculik yang berjumlah 4 orang menyerempet mobil korban dan memaksa naik ke mobil pelaku, kemudian korban dilarikan ke kawasan Bireuen, dan terakhir di sandera di Kawasan pedalaman Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara.

Selama itu penculik meminta tebusan 1 milyar, namun keluarganya menyanggupi 700 juta, hingga terjadi perjanjian akan pada pukul 11.15 diserahkan uang dikawasan Geurugok Kabupaten Bireuen. Disanalah terjadi kontak tembak, dua pelaku tewas (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.