Header Ads

Kapolda : Kamal Diculik Terkait Proyek

acehbaru.com- Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, keberhasilan Tim Direskrim Umum bersama Polresta Lhokseumawe menembak mati dua pelaku penculik dan pemeras Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Aceh, Kamal Bahri karena kesabaran dan kecermatan polisi dalam membututi penculik. Polisi juga terus memantau proses negosiasi uang tebusan dengan para pelaku penculik yang memiliki senjata api laras panjang dan pendek.

“Setelah menerima laporan dari keluarga korban, kami terus memerintahkan Tim Direskrim Umum untuk membuntuti pihak keluarga yang melakukan negosiasi dengan penculik. Tim Direskrim Polda Aceh dibantu Polresta Lhokseumawe,” kata Husein Hamidi kepada Serambi, Senin (1/2), beberapa saat setelah dua penculik Kamal Bahri ditembak mati oleh polisi di kawasan Geureugok, Kabupaten Bireuen.

Menurut Husein Hamidi, berdasarkan laporan pihak keluarga,penculikan itu diduga ada kaitan dengan proyek APBA. Kelompok penculik diperkirakan kecewa ada proyek dari rekanan kelompoknya yang tidak menang tender tahun lalu.

“Dalam meluapkan kekecewaan dan emosinya, mereka menculik Kamal Bahri dan meminta tebusan Rp 1 miliar. Kalau tidak diberikan uang tebusan Rp 1 miliar, Kamal Bahri akan dihabisi,” ujar Kapolda Aceh.

Mendengar ancaman akan dibunuh, kata Husein Hamidi, pihak keluarga melaporkan peristiwa penculikan yang dilakukan sejumlah orang bersenjata api tersebut kepada Direskrim Polda Aceh, Kombes Pol Nurfalah.

Kepada keluarga korban, Tim Direskrim Polda Aceh meminta lakukan negosiasi dengan pelaku sambil terus didampingi polisi. Akhirnya, antara keluarga korban dengan penculik tercapai kesepakatan untuk serah terima uang tebusan dan sandera di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Geureugok/Gandapura, Kabupaten Bireuen.

“Nilai tebusan yang akhirnya disepakati menjadi Rp 700 juta dari permintaan awal Rp 1 miliar. Dari mana saja uang itu dikumpulkan pihak keluarga, kita tidak tahu,” kata Husein Hamidi.

Saat keluarga Kamal Bahri menyerahkan uang tebusan Rp 700 juta itu, Tim Direskrim Umum Polda Aceh dipimpin Kombes Nurfalah dibantu Tim Polres Lhokseumawe langsung menyergap dengan cara melakukan tembakan peringatan beberapa kali ke udara. Namun tembakan peringatan tidak diindahkan, malah mobil tancap gas sambil melepaskan tembakan balasan ke arah polisi. “Akhirnya dua penculik tewas setelah kontak tembak beberapa menit dengan polisi,” kata Kapolda Aceh.

Kedua orang yang meninggal itu, satu di antaranya bernama alias Ismuhar, buronan Polresta Medan. Ia masih berstatus napi yang sedang menjalani hukuman di LP Tanjung Gusta Medan karena kasus kriminal di antaranya perampokan. Ia lari dari LP Tanjung Gusta bulan lalu. Sedangkan seorang lagi bernama alias Apa Wi, penduduk Nisam, Aceh Utara.

Dua pelaku yang berhasil lolos, menurut Kapolda Aceh, identitas mereka sudah diketahui. “Sekarang Polresta Lhokseumawe bersama Polres Aceh Utara dan Bireuen sedang mengejar dua pelaku yang lolos,” demikian Kapolda Aceh.(serambi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.