Header Ads

Ini Fakta Lain Transaksi Tebusan Para Penculik

acehbaru.com – Proses barter uang tebusan dengan korban penculikan Kamal Bahri (42) pegawai Unit Layanan Pengadaan (ULP)  Biro pembangunan pemerintah Aceh melahirkan sejumlah cerita. Senin, 1 Februari 2016

Berdasarkan cerita warga disekitar lokasi kejadian, proses transaksi uang tebuasan dengan korban yang diculik terjadi dijalan sekitaran Meunasah Geureugok, hampir setengah kilometer dari  tempat kejadian mobil penculik dirobohkan. BACA JUGA : Ini identitas dua penculik pegawai ULP yang tewas ditembak di Geurugok

Keluarga Kamal menggunakan mobil CRV warna hitam, sementara penculik menggunakan Avanza. Saat mobil umum lain lalu lalang dijalan, juga dilihat warga ada satu mobil Ambulans  yang diduga didalamnya juga polisi, mobil ambulan tersebut terus membuntuti mobil CRV ditumpangi keluarga Kamal saat menyerahkan uang kepada pelaku yang juga didalam mobil tersebut sudah ada polisi. BACA JUGA : Ini senjata yang disita polisi dalam insiden penyergapan penculik di Geurugok

Setelah transaksi terjadi para mobil penculik yang dikemudikan oleh Barmawi (38)langsung tancap gas.  Sementara Kamal telah diamankan oleh polisi.  Kemudian Mobil CRV mengejar mobil Avanza yang ditumpangi penculik. BACA JUGA : Kontak Tembak Di Geurugok Ternyata Dengan Penculik Pegawai ULP Pemda Aceh

Namun sekitar 250 meter dari lokasi transaksi tepatnya di depan pintu Gerbang Desa Blang Keude, mobil yang ditumpangi anggota polisi menyalip mobil pelaku dari arah kiri, dan disana polisi langsung menembakkan mobil pelaku yang mengenai ban belakang sebelah kiri.

Tak berhenti juga, 100 meter kemudian dari sana, sebelum sampai depan Min Geurugok polisi kembali melepaskan tembakan dari arah belakang ke dalam mobil, dan juga melepas tembakan yang mengenai bagian kaca belakang hingga tembus ke dalam, kemudian mobil oleng ke kiri dan berhenti setelah menabrak dua sepeda motor yang terparkir didepan Kedai sebelum Min Geurugok arah dari Banda Aceh.

Dalam kondisi genting itu, Ismuharuddin salah satu pelaku penculikan diduga ikut membawa tas taperware warna merah yang berisikan senjata SS1 kabur ke lorong di sebelah kanan jalan, disana ia tewas. Satu sumber menyebutkan ia tak sempat memasang magazine.

Sebagaimana diketahui Kamal Bahri (42)  PNS ULP dilingkungan Provinsi Aceh diculik saat pulang kerja pada, Kamis 28 Januari 2016, saat itu penculik yang berjumlah 4 orang menyerempet mobil korban dan memaksa naik ke mobil pelaku, kemudian korban dilarikan ke kawasan Bireuen, dan terakhir di sandera di Kawasan pedalaman Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara.

Selama itu penculik meminta tebusan 1 milyar, namun keluarganya menyanggupi 700 juta, hingga terjadi perjanjian akan pada pukul 11.15 diserahkan uang dikawasan Geurugok Kabupaten Bireuen. Disanalah terjadi kontak tembak, dua pelaku tewas (ira)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.