Header Ads

Gafatar 'Model' Aceh Tercium, Pemerintah Sedang Selidiki

acehbaru.com | Banda Aceh -   Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah menjadi trending topic secara nasional setelah isu kehilangan orang dan pemulangan ribuan warga eks Gafatar dari Kalimantan membuat warga begitu terekam dengan nama itu.

Malah saking seringnya diberitakan di TV, pencinta senetron atau berita olah raga, sempat menggerutu, tiap hari dengan berita BangTAR. BangTAR dimaksud untuk isu Gafatar. Gafatar yang merupakan kelanjutan dari Milah Abraham itu sempat difatwakan sesat oleh MUI Aceh, setelah kegiatan mereka di  Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu 7 Januari 2015 lalu di grebek warga, dan ditemukan sejumlah bukti.

Salah satunya dalam beberapa catatan ditemukan tulisan ““Menyampaikan visi dan misi Gafatar di Aceh sesuai Millah Abraham, suatu sistem kehidupan sesuai dengan Millah Abraham. Tahapan kita saat ini memasuki fase tiga hijrah, memperkenalkan mesias sebagai guru spiritual, jangan menyanggah tentang Ahmad Musadeq” dan beberapa point erat kaitan dengan aliran Millata Abraham.

Atas temuan itu akhirnya MUI Aceh  itu juga berkesimpulan mereka aliran itu sesat, sejumlah pengurus organisasi itu di ajukan ke meja hijau.

Mahful M. Tumanurung  mantan pucuk pimpinan organisasi eks-Gafatar mengatakan Gafatar sudah keluar dari paham dan keyakinan Islam, dan berpegang tetap berpegang teguh pada paham Milah Abraham. Minggu, 31 Januari 2016.  Karena itu MUI tak berhak lagi mengeluarkan fatwa sesat pada mereka. Di sisi lain, MUI mengatakan berhak mengkaji Gafatar karena masih terkait Islam.

Dalam jumpa pers resmi pertama sejak pemulangan paksa warga eks Gafatar di Kalimantan, Rabu, 26 Januari 2015 pekan lalu, bekas pimpinan ormas itu, menjelaskan soal keyakinan dari pimpinan dan anggota eks Gafatar.

“Dalam hal persoalan keyakinan dan paham keagamaan adalah hak asasi setiap warga negara Indonesia yang dilindungi dan dijamin oleh Konstitusi, untuk itu kami menyatakan sikap, telah keluar, telah keluar dari keyakinan dan paham keagamaan Islam mainstream Indonesia, dan tetap berpegang teguh pada paham milah Abraham.

BACA JUGA : Sumpah Janji Gafatar Ditemukan “Mesias Adalah Pembawa Risalah Tuhan”

Di Aceh bukan kalai ini saja penggrebekan aliran itu, September 2010  di sebuah desa di Peusangan juga digrebek warga. Sedikitnya 11 warga yang diduga ikut aliran itu ditangkap. Masyarakat disana marah karena pengajian mereka dilakukan secara sembunyi-sembunyi hingga melahirkan kecurigaan   “Pengajian Millah Abraham dilakukan secara berkelompok dan bersifat tertutup, memunculkan beragam pandangan dan mengarah kepada pendangkalan akidah dan murtad, “ kata Munawar, warga Peusangan kala itu.

Tercium Organisasi Mirip Gafatar

Pemerintah daerah tak mau kecolongan dengan isu ini, setidaknya Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh, Nasir Zalba SE metengarai salah satu organisasi di Aceh diduga mirip dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

"Ada satu organisasi yang sedang kita selidiki. Kegiatan mereka sama seperti Gafatar, tapi tim kita di lapangan masih terus menyelidikinya," kata Nasir Zalba sebagaimana diberitakan Serambi, Senin, 1 Feb 2016.

Nasir Zalba menyebutkan, organisasi ini merupakan organisasi dari luar Indonesia bukan organisasi yang didirikan di Indonesia. "Kita juga sedang menelusurinya ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), apakah mereka terdaftar di sana atau tidak," kata Nasir Zalba.

Ia juga mengatakan, saat ini organisasi itu sedang aktif di salah satu kabupaten di Aceh. "Pernah sebelumnya aktif di beberapa kabupaten lain, tapi sudah dibekukan, karena ditolak masyarakat," Pungkas Nasir Zalba.

Kepala Kebangpol Aceh belum membuka apa nama organisasi tersebut, namun tak aneh dalam masa penungguan,  tentunya isu tentang Gafatar terus berembus, terutama skala Nasional adalah penanganan dan rencana transmigrasi terhadap anggeta –anggeta Gafatar yang di pulangkan dari Kalimantan.

Tapi yang terpenting adalah, kita cepat tahu apakah Gafatar dalam nama dan wajah lain telah ada lagi di Aceh? (imr)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.