Header Ads

Awal Februari dua penculik tewas ditembak, dua polisi bunuh diri

acehbaru.com - Awal Februari 2016 diawali dengan berita kesedihan. Senin, 01 Februari 2016 di Geurugok Kabupaten Bireuen, Aceh  dua pelaku penculikan tewas ditembak polisi. Ditempat terpisah, Kamis, 4 Februari 2016, Ipda Sapto Nugroho  anggota polisi dari Polda Jambi ditemukan bunuh diri,  Sabtu, 6 Februari 2016 Inspektur Satu Syahrir Perdana Lubis (23) anggota Polresta Bandar Lampung ditemukan meninggal denga kondisi peluru menembus kepalanya.


Penculik yang tewas ditembak polisi adalah Ismuharuddin (39) dan Barmawi (38), keduanya terjebak kepungan polisi setelah mengambil uang tebusan dari mobil 'jebakan batman' polisi dan keluarga Kamal Bahri (42) pegawai Unit Pelayanan Pelelangan (ULP) Biro Pembangunan Pemerintah Aceh di depan kuburan Geurugok.


Kasus ini berdasarkan dugaan sejumlah sahabat pelaku dipicu  'uang menang' proyek, namun proyek yang ditunggu korban tak kunjung ada, sehingga uang ratusan juta hasil dari utang dari seorang kawannya pun ditagih.


Sementara dua anggota Polisi meninggal akibat bunuh diri.  


Dalam berita yang dirilis  batam.tribunnews.com, Kamis, 4 Februari 2016  Ipda SN diketahui melakukan aksi bunuh diri dengan cara gantung diri dibawa ke rumah duka yang berada di kawasan Jambi Selatan atau tepatnya di asrama polisi Jambi Selatan.


Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi mengatakan Ipda SN ditemukan tergantung di pohon yang berada di parkiran penjagaan Polres Tanjabtim, sekitar pukul 06.00 pagi tadi.


Seorang lagi adalah Inspektur Satu Syahrir Perdana Lubis (23) ditemukan tewas di dalam kamarnya dengan luka tembak di kepala.


Diberitakan Kompas.com, Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar Sulistyaningsih mengatakan, Iptu Syahrir ditemukan dengan luka tembak di kepala sebelah kanan hingga tembus ke belakang.


“Korban ditemukan sekitar pukul 16.00 oleh anggotanya yang sedang mencarinya karena Iptu Syarir tidak kelihatan seharian. Saat pintu kamarnya diketuk, sama sekali tidak ada jawaban dan pintu tersebut dalam keadaan terkunci,” ujar dia.

Sementara itu diberitakan Poskota Iptu M. Syahrir Perdana Lubis selama ini bertugas selain menjabat Kanit Resmob juga menjabat Kanit Tipikor Polresta Bandarlampung. Tidak ada yang menyangka Iptu M. Syahrir tewas dengan cara tragis karena sosoknya yang begitu familiar dan dikenal dekat dengan seluruh anak buahnya dan insan pers


“Kami tidak menyangka kalau almarhum pergi secepat itu karena tadi masih masuk kantor dan tidak ada tanda-tanda sama sekali. Hany saja terlihat agak pendiam hari ini,” ujar salah seorang anak buahnya.


Keluarga Ipda SN dan Iptu Syahrir Bersedih 


Diberitakan batam.tribunnews.com jenazah SN tiba sekitar pukul 10.50 di ruang jenazah RSUD Raden Mattaher, di Kota Jambi, yang diantar oleh senjumlah rekan kerjanya dari polres Tanjung Jabung Timur. Selain rekan kerja, sejumlah kerabat tampak berdatangan ke ruang Jenazah. Otopsi berlangsung hingga lewat dari jam 12.00 WIB.


Di rumah duka, di asrama polisi di sebelah Polsek Jambi Selatan, sejak pukul 10.00 sudah ramai oleh jajaran kepolisian Jambi. Tampak papan ucapan duka berjejer dari korps kepolisian dan yang lainnya. Tampak pula wajah sedih anggota keluarga pria yang lulus sekolah perwira tahun lalu itu.


Istri Barmawi Bersedih


Marliah (28), istri kedua almarhum Barmawi (38) tak pernah membayangkan ia harus kehilangan suaminya pada, Senin, 1 Februari 2015 karena suaminya yang selama ini banyak beraktivitas sebagai kontraktor itu pamit untuk ke Banda Aceh dalam urusan proyek.


Kematian Barmawi karena ditembak setelah menculik Kamal Bahri (43) pegawai negeri di Unit Layanan Pelelangan (ULP) Biro pembangunan Pemerintah Aceh, menurut Azhari Cage Wakil Ketua Komisi I DPRA dari Partai Aceh menyebutkan sebelum penculikan terjadi, indikasinya pejabat ULP telah membohongi kedua mereka itu. Pejabat ULP menjajikan akan memenang tender proyek kepada almarhum.


Pastinya insiden itu telah terenggut kasih sayang seorang ayah kepada  anak, kasih sayang suami kepada  istri mereka dan kesedihan orang tua karena kehilangan anak mereka.


 “Pak! Anak saya masih kecil sedangkan ayahnya sudah meninggal,” ujar Marliah istri barmawi. (irv)


Baca juga :



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.