Header Ads

APAM Gugat Penyelenggara Miss Indonesia



acehbaru.com | Jakarta - Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM)  dengan melakukan aksi demo didepan MNC Tower,  Jum'at 26 Februari 2016. Mereka menggugat penyelenggara Miss Indonesia oleh MNC Group melalui Yayasan pelaksana kegiatan Miss Indonesia 2016 karena dianggap telah melecehkan nama Aceh.

Kordinator  Lapangan Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM)  Zikrillah,S.Pd.I. mengatakan kehadiran Flavia Celly Jatmiko diajang Miss Indonesia  telah mencederai hati masyarakat Aceh. Karena Flavia Celly Jatmiko tidak mendapat pengakuan dari masyarakat Aceh.

[caption id="attachment_28957" align="alignnone" width="729"]Aliansi Pemuda Aceh Menggugat melakukan aksi demo didepan MNC Tower, Jumat, 26 Feb 2016 terkait perempuan Surabaya mencatut dan melecehkan nama Aceh dalam Ajang Mis Indonesia | Foto Azwar Aliansi Pemuda Aceh Menggugat melakukan aksi demo didepan MNC Tower, Jumat, 26 Feb 2016 terkait perempuan Surabaya mencatut dan melecehkan nama Aceh dalam Ajang Mis Indonesia | Foto Azwar[/caption]

"Kami mengutuk MNC Group dan Yayasan Pelaksana Miss Indonesia 2016 yang telah melecehkan harkat dan martabat wanita Aceh, Flavia harus minta maaf kepada rakyat kepada media," Ujar Zikrillah,S.Pd.I

Zikri juga menambahkan kejadian seperti ini terus berulang, dan kami meminta yayasan penyelenggara agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama pada ajang-ajang berikutnya.

[caption id="attachment_28958" align="alignnone" width="729"]Aliansi Pemuda Aceh Menggugat melakukan aksi demo didepan MNC Tower, Jumat, 26 Feb 2016 terkait perempuan Surabaya mencatut dan melecehkan nama Aceh dalam Ajang Mis Indonesia | Foto Azwar Aliansi Pemuda Aceh Menggugat melakukan aksi demo didepan MNC Tower, Jumat, 26 Feb 2016 terkait perempuan Surabaya mencatut dan melecehkan nama Aceh dalam Ajang Mis Indonesia | Foto Azwar[/caption]

Kita juga mengajak seluruh rakyat Aceh dimanapun berada baik didalam dan diluar negeri untuk menyuarakan penolakan perwakilan Aceh dalam ajang Miss Indonesia dan sejenisnya yang bertentangan dengan Syari'at Islam dan nilai-nilai kebudayaan Aceh.

"Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi makan akan kami bawa ke ranah hukum," Tambah Zikrillah (azw)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.