Header Ads

Aceh Kunci Diplomasi Indonesia di Samudera Hindia

acehbaru.com | Banda Aceh – Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika mengatakan Aceh adalah tumpuan utama dalam menyukseskan keketuaan Indonesia di forum keketuaan Indonesia di IORA. Minggu, 14 Februari 2016

“Masukan semua pihak terutama para pemangku kepentingan di Aceh termasuk dari media massa sangat berarti dalam menyukseskan kepemimpinan Indonesia di IORA," Kata Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Mohamad Hery Saripudin saat menggelar acara Media Gathering di Banda Seafood, Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu 14 Februari 2016.

Untuk itu dalam rangka menyukseskan keketuaan Indonesia di IORA, pihak Kementerian Luar Negeri melalui Dirjen Asia Pasifik dan Afrika serta Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan menggelar beragam kegiatan di Aceh

Ada enam isu prioritas dalam kerjasama antar negara-negara yang tergabung di IORA yakni hubungan luar negeri dan diplomasi maritim Indonesia, ekonomi maritim khususnya pada bidang perdagangan dan investasi, keamanan dan keselamatan maritim, manajemen sumber daya maritim serta pemetaan potensi bencana dan adaptasi perubahan iklim serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

"Jadi, momentum ini perlu dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional Indonesia dalam rangka mendukung poros maritim seperti digagaskan oleh Presiden Jokowi," harapnya.

Sebagaimana diketahui Indonesia telah menjadi ketua Indian Ocean Rim Association (IORA), kerja sama regional negara-negara di kawasan Samudra Hindia, untuk periode 2015-2017.

IORA merupakan satu-satunya organisasi negara-negara di tepi Samudra Hindia dan mencakup tiga benua, yaitu Asia, Australia, dan Afrika. Terdapat 21 negara yang tergabung di asosiasi ini. Indonesia sudah bergabung dalam IORA sejak organisasi ini pertama kali terbentuk tahun 1997, yang diinisiasi Mauritius.

Dalam acara Media Gathering tersebut turut hadir para akademisi dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan perwakilan media massa (irv)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.