Header Ads

27 Penjudi di Tamiang terhukum Cambuk, Masih bisa tersenyum

acehbaru.com – Sebanyak 24 orang lelaki dan 3 perempuan yang melanggar syariah karena berjudi santai menerima hukuman cambuk. Tak ada dari mereka yang menunjukkan wajah penolakan atau berontak bahkan ada yang tersenyum selesai menerima hukuman cambuk.

Pada  Rabu, 17 Februari 2016 Kejakasaan Negeri dan Dinas Syariah Kabupaten Aceh Tamiang meng eksekusi cambuk terhadap 27 pelanggarsyariah karena berjudi di halaman Islamic Centre,  Kuala Simpang, Kabupaten  Aceh Tamiang

Para terhukum diangkut dengan mobil tahanan kejaksaan menuju gedung Islamic centre, sampai disana mereka di kumpulkan dalam satu ruangan, sesuai nomor mereka terlebih dahulu dipanggil  untuk diperiksa kesehatan kemudian mengambil seragam putih sebagai persiapan dibawa ke panggung cambuk.

Sesuai nama yang dipanggil, ia diapit polisi syariah dan jaksa di bawa ke pentas, para petugas dari kejaksaan mengatur posisi terhukum menghadap tenda utama yang diisi oleh para undangan dan pejabat. Setelah posisinya dianggap sudah tepat, baru algojo yang memakai baju dan tertutup wajahnya menyusul ke atas panggung.

Baru kemudian seorang pejabat kejaksaan menyerahkan rotan yang sudah terbuat khusus diserahkan kepada Algojo. Dari meja disamping panggung seorang petugas membacakan nama yang terhukum sekaligus berapa kali hukuman cambuk yang akan diterimanya.

“Terhukum sudah siap?.  Ditanya petugas yang membaca. Setelah dinyatakan siap baru kemudian.

“Terhukum nama…menerima hukuman cambuk sebanyak 9 kali setelah dipotong masa hukuman, hitungan mulai satu hingga Sembilan.

“Hitungan mulai satu…. Cambukpun melayang ke punggung terhukum……..Creiii …criee hingga Sembilan kali. Selesai. Para terhukum dibawa kembali keruangan. Begitu juga untuk 26 terhukum lainnya. Buka Videonya : 27 Penjudi Dihukum Cambuk

Hukuman cambuk bagi pelanggar Syariah berjudi (maisir) yang berlangsung kali ini tidak lagi memakai Qanun nomor 13 tahun 2003 tentang maisir, sebagaimana yang banyak terjadi sebelumnya. Namun kali ini para pelanggar syariah di jerat dengan Qanun terbaru yaitu Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

Amir Syarifuddin, SH Kepala Kejaksaan Negeri  Kuala Simpang ke-27 orang yang menerima hukuman cambuk kali ini semua orang baru, tiadak ada satupun dari mereka yang pernah tertangkap atau terhukum melanggar syariah. “Mereka kena cambuk dari 7 hingga 14 kali, ada yang dikurangi karena telah menjalani hukuman kurungan,” Ujar Amir

Dia juga menambahkan jumlah tersebut adalah jumlah terbanyak dari yang pernah dilakukan hukuman cambuk di Aceh Tamiang. Selain itu, pelaksanaan Uqubat cambuk untuk pelaku Maisir inipun yang pertama pada tahun 2016.  “ Kita berharap dengan hukuman ini, semakin sedikit warga yang melanggar syariah,” katanya. (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.