Header Ads

Uang Jasa BPJS Di 'Gunting', Dokter RSUD Langsa Protes

acehbaru.com | Langsa - Para dokter di RSUD Daerah Kota Langsa memprotes pihak manajemen Rumah sakit daerah tersebut terkait adanya pemotongan uang jasa medis BPJS sebesar 8 sampai 10 persen dari total yang diterima masing-masing dokter dan perawat serta petugas medis yang bekerja disana. Rabu, 13 Januari 2016

"Saya sudah menyelesaikan tugas saya yaitu mengajukan klaim sampai bulan Desember 2015," Ujar Dokter Akbar selaku pengelola uang BPJS di RSUD Kota Langsa.

Ia mengungkapkan seharusnya tanggal 21 Desember 2015 lalu uang jasa medis tersebut sudah diberikan pada masing- masing dokter dan perawat. Karena pihak BPJS tidak pernah terlambat membayar uang tersebut. Jika terlambat 3 hari saja pihak BPJS akan membayar denda.

Tetapi pihak manajemen RSUD sengaja menundanya, sampai tanggal 4 Januari 2016, selain itu secara tiba- tiba keluar SK baru yang isinya ada pemotongan uang jasa medis untuk SDM, Dewan pengawas, Bina lingkungan dan Pengelola JKN.

"Dengan SK baru tersebut uang jasa medis BPJS yang dipotong oleh pihak manajemen RSUD Langsa rata- rata sedikitnya 100 juta untuk sub bidang masing- masing" ungkap dokter Akbar.

Lebih jauh Dokter Akbar mengatakan, SK baru tahun 2016 itu dikeluarkan secara sepihak oleh manajemen RSUD Kota langsa, bahkan dirinya yang juga bagian dari manajemen tidak mengetahui adanya perubahan peraturan, apalagi keluarnya SK baru itu.

Seharusnya sebelum SK dikeluarkan harus ada kesepakatan bersama oleh para dokter, perawat, pengelola dan semua pihak yang ada di RSUD tersebut. Oleh karenanya semua pihak tetap menolak SK baru yang dikeluarkan secara mendadak.

“Apalagi, peraturan dalam SK tahun 2016 itu digunakan untuk pembagian uang jasa medis tahun sebelumnya yaitu tahun 2015.  Dikatakannya, “mengapa harus menunggu keluar SK baru tahun 2016, untuk pencairan pembayaran uang jasa medis tahun 2015," ungkap dokter Akbar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Banta, suami salah seorang perawat, para medis di RSUD  Kota Langsa dituntut kenerja dan kerja yang baik, siang dan malam melayani pasien yang sakit, tetapi hak- hak mereka sering diabaikan, mereka dizalimi, " tenaganya dikuras, haknya diperas".

Sementara uang jasa medis itu adalah harapan mereka terutama bagi perawat honor dan tenaga bakti. Banta juga mengharapkan komisariat PPNI RSUD Kota Langsa untuk bersikap lebih kritis dan aktif dalam memperjuangkan hak- hak perawat. Demi meningkatkan kesejahteraan bagi semua tenaga medis yang sangat mengharapkan keadilan secara merata. (jim)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.