Header Ads

Teroris Thamrin Pernah Mampir Di Jalin Jantho Aceh, Mari Membaca Jalurnya (1)

acehbaru.com | Setelah meledak Bom di Thamrin Jakarta, Kamis, 14 januari 2016, sehari setelahnya muncul berita bahwa salah satu terduga teroris yang teridentifikasi bernama Afif alias Sunakim adalah mantan narapidana terorisme yang pernah mengikuti latihan militer di Jalin, Jantho, Aceh Besar, pada tahun 2010

“Pria yang pakai topi, kaus hitam, dan wajahnya beredar di media itu bernama Afif. Kalau tidak salah nama aslinya Afif alias Sunakim,” kata Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jumat 15 Januari 2016

Menurut Badrodin, Afif pernah ikut dalam serangkaian pelatihan militer di Aceh yang dibiayai Abu Bakar Ba’asyir. “Afif dulu pernah ditangkap di Aceh, karena ikut pelatihan militer. Dia divonis kalau tidak salah tujuh tahun penjara,” tambah Badrodin. Jenazah Afif hingga kemarin masih berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta. (http://aceh.tribunnews.com)

Dalam aksi di Jalan MH Thamrin, Afif bersama seorang teroris lainnya melepaskan tembakan ke arah polisi yang tengah sibuk melakukan proses evakuasi korban bom di pos polisi depan pusat perbelanjaan Sarinah.

Setelah melakukan aksi penembakan, Afif melarikan diri ke halaman gerai kopi Starbucks. Ketika duduk di dekat mobil untuk beristirahat, tiba-tiba bom yang ada di ransel temannya meledak. Tak lama kemudian datang polisi berbaju putih menembaknya hingga tewas.

Kembali Ke Kasus Teroris yang sempat menghebohkan Aceh Tahun 2010 lalu


Tabloid Modus Aceh Edisi 46 Tahun VII | Rabu, 10 Maret 2010 merinci Kronologis Penyergapan Kelompok Radikal di Aceh Besar atau kemudian lebih ngetren disebut Kelompok Jalin Jantho Aceh Besar

September 2009
Kapolda mendapat laporan intelejen tentang adanya kelompok bersenjata yang sedang berlatih perang di kawasan pegunungan Desa Jalin, Aceh Besar. Laporan ini relevan dengan informasi masyarakat yang pernah melihat beberapa anggota kelompok bersenjata itu turun ke Desa Jalin untuk membeli perlengkapan logistik.

Senin petang, 22 Februari 2010
Setelah mengumpulkan sejumlah informasi awal, Kapolres Aceh Besar AKBP Agus Susanto mengutus satu regu yang dipimpin Kasat Intel Polres Aceh Besar AKP Afriadi, melakukan pengintaian di kawasan hutan Desa Jalin, Aceh Besar. Sumber-sumber di jajaran Polres Aceh Besar mengatakan, keberadaan regu ini terdeteksi oleh kelompok bersenjata itu. Mereka pun meminta bantuan. Tapi, satu anggota regu sempat tertangkap, namun dilepas dalam keadaan telanjang.

Senin malam, 22 Februari 2010
Pasukan gabungan Brimobda Aceh dan Polres Aceh Besar melakukan penyisiran ke kawasan hutan Jalin. Sekitar pukul 22.00 wib Kamaruddin alias Raja Rimba, anggota KPA, tertembak dan tewas. Penyisiran tetap dilanjutkan dan tim gabungan berhasil menangkap empat tersangka masing-masing, Syeilendra Sapta Utama alias Sapta alias Ismet Hakiki, Zakky Rahmadtullah, Yudi Zulfahri dan Maskur Rahmat.

Selasa 23 Februari 2010
Kapolda Aceh Irjen Pol Adityawarman menggelar jumpa pers dan mengatakan bahwa kelompok bersenjata itu adalah jaringan teroris di Aceh yang sedang melakukan latihan perang. Karena teroris merupakan domainnya Detasemen Khusus (Densus) 88, maka Kapolda meminta bantuan Mabes Polri untuk mengirim satu peleton Densus 88. Dan operasi penumpasannya diambil alih Mabes Polri.

Rabu, 24 Februari 2010
Anggota Densus 88 tiba di Aceh. Beberapa saat kemudian bersama pasukan Brimobda Aceh, tim melakukan pengrebekan di Desa Panca, Lembah Seulawah, Aceh Besar. Disini, tiga tersangka tertangkap.

Kamis 25 Februari 2010
Tim gabungan Densus 88 dan Brimobda Aceh menangkap Surya Afdal, 25 tahun, warga Desa Suka Mulia, Lembah Seulawah, Aceh Besar yang diduga terlibat jaringan teroris. Dari Surya, polisi berhasil menyita sepucuk senjata jenis M-16 dan 17 butir peluru tajam. Selain Surya, tim juga berhasil menangkap tiga orang lainnya. Satu dari mereka tercatat sebagai warga Desa Suka Damai, Lembah Seulawah, Aceh Besar bernama Suria. Dua sisanya, adalah warga Kalimantan, dan tak memiliki indentitas.

Senin, 1 Maret 2010
Polisi juga melakukan razia di jalan Banda Aceh – Medan dan berhasil menagkap Adi Munadi Bin sunarto, 24 tahun dan Afib Bin Rabban, 25 tahun, di Leungputu, Pidie, saat ingin menuju Medan, Sumatera Utara.

Rabu dinihari, 3 Maret 2010
Polisi menembak mati Abdullah Bin Ismail, 30 tahun, warga Lamtamot, Aceh Besar di Padang Tiji, Pidie karena berusaha kabur saat razia.

Kamis, 4 Maret 2010
Kadiv Humas Mabes Polri Irjenpol Edward Aritonang dalam sebuah jumpa Pers di Mabes Polri mengatakan berhasil menangkap 15 teroris, satu diantaranya tewas.

Kamis, 4 Maret 2010
Sumber-sumber MODUS ACEH mengatakan, berdasarkan laporan intelejen keberadaan kelompok bersenjata itu sudah berpindah dari kawasan Jalin, Jantho ke kawasan Kemukiman Lamkabeu, Seulimum, Aceh Besar. Itu sebabnya, satu peleton Densus 88 bersama pasukan Brimobda Aceh segera melakukan penyisiran sejak pagi. Sekitar pukul satu siang, terjadi kontak-tembak dengan kelompok bersenjata di kawasan hutan di sana. Tiga anggota Polisi dan dua teroris dilaporkan tewas.

Kamis sore, 4 Maret 2010
Satu kompi pasukan Brimobda Aceh dikirim untuk membantu tim pertama yang sedang bertempur di hutan serta melakukan evakuasi korban. Sekitar pukul lima sore, tim ini juga diberondong peluru. Terjadi pertempuran sekitar 30 menit antara pasukan Brimob dan kelompok bersenjata itu. Akibatnya, sembilan anggota Brimob terluka.

Kamis malam, 4 Maret 2010
Sengitnya perlawanan yang dilakukan kelompok bersenjata dan banyaknya korban berjatuhan, kata Sumber MODUS ACEH, membuat Kapolda langsung mengontak Mabes Polri untuk meminta tambahan pasukan. Mabes Polri setuju. Pasukan dari resimen diberangkatkan malam itu juga.

Jumat, 5 Maret 2010
Pasukan Brimob Resimen melakukan operasi di kawasan hutan Lamkabeu, Seulimum Aceh Besar. Operasi hari itu tak berhasil mengevakuasi korban.

Sabtu, 6 Maret 2010
Tim Resimen akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah korban pertempuran dua hari lalu. Ada tiga korban tewas di pihak polri akhirnya terindentifikasi. Mereka adalah, Brigadir Dua Darmansyah, Brigadir Dua Hendrik Kusumo dari Brimobda Aceh. Sementara satu orang lainnya anggota Densus 88 Briptu Boas Woisiri. (bersambung…..)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.