Header Ads

Tarmizi Karim Maju Sebagai Gubernur Aceh, Calon Lain Gemetar ?

acehbaru.com – Pernyataan Ir H Tarmizi Karim, MSc menyatakan keinginannnya untuk maju sebagai calon gubernur Aceh pada Pilkada 2017 menambah warna perpolitikan Aceh pra 2017.

Hingga saat ini Selain Tarmizi karim setidaknya ada beberapa nama yang sering diperbincangkan akan bertarung sebagai Gubernur Aceh pada pilkada 2017, masing-masing Muzakkir Manaf (muallem), Zakaria Saman, Doto Zaini, Irwandi Yusuf, Nasir Jamil, Nova Iriansyah, Ahmad Farhan Hamid.

Dari nama tersebut yang mulai giat menggalang dukungan adalah kubu Muzakkir Manaf, Muzakkir Manaf sedikitnya telah membentuk sayap –sayap yang akan bekerja memenangkannya sebagai Gubernur Aceh 2017 mendatang, baik sayap tua maupun muda. Tak heran dengan giatnya usaha-usaha orang –orang pro Muallem tersebut, sering kali terdengar, di mulut masyarakat, gubernur kedepan “ Ya Muallem lah”.

Calon Gubernur AcehPantas, posisi Muallem sebagai wakil Gubernur sekarang, dan jabatannya di Partai Aceh serta join partner dengan Gerindra membuat orang memandang sangat kuat posisi Muallem untuk meraih Aceh 1. Ditambah lagi bila mantan combatan GAM tidak banyak yang berpaling darinya di tahun 2017 nanti, tentu ini menjadi kekuatan besar bagi mantan panglima GAM ini.

Pun begitu, sejumlah keraguan lain juga muncul bila Zakaria Saman serius maju sebagai calon Gubernur, mantan Menteri pertahanan GAM yang dikenal memiliki kekuatan khususan dalam barisan mantan combatan GAM juga tak bisa dianggap enteng. Berbasis di Pidie tentunya Zakaria juga punya strategi untuk memenangkan pertarungan itu. Apalagi ia punya banyak kesempatan untuk memberi harapan-harapan agar mantan combatan dan masyarakat pro GAM untuk berpaling kepadanya.

Selain dua pentolan GAM diatas, ada nama Ahmad Farhan Hamid, politisi PAN yang sudah sangat berpengalaman ini juga menjadikan suatu harapan baru bagi masyarakat Aceh, kemampuan dan jaringan kuat dari pusat hingga kedaerah, baik dengan tokoh masyarakat maupun partai berbasis islam menjadikannya sangat berpotensi bila serius mencalonkan diri sebagai calon Gubernur.

Beda lagi dengan sosok drh. Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh priode 2007 -2012 ini kabarnya juga akan mengambil formulir untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada 2017 mendatang. Pemilik pesawat Hanakaru Hokagata ini juga masih berpengaruh dikalangan masyarakat, terutama pemirsa yang mengidolakannya sebagai sosok unik, cepat, dan tak terlalu protokuler.

Apalagi segenap programnya pada masa ia masih menjabat sebagai Gubernur masih terekam di ingatan masyarakat. Apalagi bila dikalkulasikan perolehan suara pada Pilkada 2012. Dengan suasana pilkada yang penuh kekerasan ia masih bisa mendapatkan suara di sejumlah kabupaten di Aceh, fakta ini satu pertimbangan bagi sejumlah calon lain.

Dan terakhir kehadiran Tarmizi Karim. Tarmizi Karim yang secara kasat mata kita lihat sebagai pejabat yang patuh dan disenangi pemerintahan pusat, khususnya di kementerian dalam negeri ini tentunya akan membuat gemetar bagi sejumlah calon lain, terutama Muzakkir Manaf.

Bukan hal tidak mungkin, Tarmizi yang sudah lelah dalam birokrasi juga dapat merangkul sejumlah mantan GAM untuk bergabung bersamanya, tentunya dengan memberikan sejumlah harapan–harapan pasti dan mungkin akan coba menghayalkan para pendukung dengan kepiawaian pejabat lama dalam hal menerima, memberi, dan bagi-bagi serta tidak pelupa seperti banyak dirasakan para pendukung kontestan politik belakangan ini.

Pun demikian ditengah ketidakdominannya masyarakat saat ini kepada salah satu calon, factor diatas ikut mempengaruhi para calon Gubernur pada 2017 mendatang, namun factor yang paling berpengaruh justru ada pada pemerintah pusat, siapa Gubernur Aceh yang diinginkan?. Muallem, Pak Tarmizi atau Bang Wandi....?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.