Header Ads

Salah Satu Korban Bom Sarinah Warga Belanda

acehbaru.com | Jakarta - Diantara para korban yang telah dirilis 31 korban, masing-masing luka 24 orang, dan 7 meninggal. Dari jumlah tersebut salah satunya Yohannes Antonius Maria, 48 tahun, Warga Negara Belanda yang menjadi korban ledakan teror bom di Sarinah, Thamrin, masih menjalani operasi di bagian punggungnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

"Sekarang masih dioperasi, tadi mulainya dari jam dua siang," kata kerabat Mursaleen, seorang kerabat Yohannes saat ditemui di RSPAD Kamis malam, 14 Januari 2016.

Mursaleen mengatakan Yohannes mendapat banyak luka di beberapa bagian tubuh seperti badan, tangan, leher dan punggung. Ia terkena ledakan bom saat berada di Starbucks.

Meski masih dioperasi, kondisi Yohanes telah melewati masa kritis. Mursaleen mengaku sempat menerima kabar di Belanda jika kerabatnya itu meninggal. "Saya tidak percaya, kecuali kabar dari dokter," katanya.

Menurut Mursaleen, Yohannes sempat kekurangan darah akibat telat mendapat pertolongan. Beruntung nyawanya masih bisa tertolong. Ada sembilan orang korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Dua diantaranya merupakan WNA asal Aljazair dan Belanda. (sumber TEMPO.CO)

Data Korban Sarinah

Viva.co.id pukul 19:00 merilis data terbaru dari Kepolisian Daerah Metro Jaya mengenai jumlah korban dari serangan bom bunuh diri di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Januari 2016.

Hingga sore ini, ada 31 korban dari insiden berdarah ini.

Data korban sementara total 31 orang terdiri dari :
a. Luka 24 orang
b. Meninggal dunia 7 orang.

Dari 24 korban luka terdiri dari :

a. 5 anggota Polri,
b. 4  warga asing (1 warga Belanda, 1 warga Austria, 1 warga Jerman, 1 orang Aljazair).
c. 15 warga sipil.

Dari 7 korban meninggal (diduga 5 diantaranya pelaku) terdiri dari :
a. 1 WNA dari kanada
b. 6 WNI

Adapun ke 31 korban lukan dan meninggal tersebut saat ini berada di RS dengan perincian sbb:

1. RSCM 4 korban: 1 anggota Polri dan 3 warga sipil.
2. RS Gatot Subroto 9 korban : 2 anggota Polri dan 5 warga sipil.
3. RS Abdi Waluyo 6 korban : 1 anggota Polri, 1 security Polda, 3 warga sipil. dan 2 warga asing (Jerman dan Austria).
4. RS Kramat Jati 7 Korban (MD) belum teridentifikasi masih proses otopsi.
5. RS Husada 1 warga sipil.
6. RS Tarakan 1 warga sipil.
7. RS MMC 3 warga sipil.

Nama nama korban  :

RS Gatot Subroto:

1. Aiptu Dodi Maryadi (anggota Lantas Polda Metro, luka tembak di perut).
2. Aiptu Budiyono (anggota provost Polres jakpus, luka tembak di perut).
3. Aiptu Budi Rachmat (anggota Lantas Polda Metro, luka tembak di dada kiri).
4. Anggun Artiasari (luka kaki kanan).
5. Chairul (luka punggung kanan dan tangan kanan).
6. Yonahen Antonius Maria (WNA Belanda, luka tangan kiri patah dan tempurung kaki pecah).
7. Morat Armeswali (WNA Al-jazair, luka di dada kiri dan kaki kiri patah).
8. Agus Kurnia (luka di kepala).
9. Permana (luka punggung kiri).

RSCM:

1. Aiptu Deni (anggota Lantas Polda Metro Jaya, luka di kaki).
2. Indah Puspita Sari (luka di kening sebelah kiri dan perut memar)
3. Mira Puspita (luka kaki kanan dan jilbab terbakar).
4. Venosia Dyah Mavianti (luka robek di kepala belakang)‎.

RS Abdi waluyo:

1. Aiptu Suhadi (anggota Lantas Polda Metro Jaya, dua luka tembak di punggung).
2. Rais (security Starbucks Coffee (luka tembak di kepala).
3. Aladi Tardiansyah (Security Starbucks Coffee, luka serpihan di telinga).
4. Afrizal (luka serpihan di dahi dan siku kiri).
5. Stoifl (WNA Austria, luka robek pergelangan tangan kanan dan kiri).
6. Frank Feunen (WNA Jerman, luka robek di dahi dan leher).

RS Husada:

1. Rititwi Putra (luka di bagian punggung kiri belakang).

RS Tarakan:

1. Brigadir Suminto (anggota Lantas Polda Metro, luka tembak di bagaian tangan sebelah kiri tembus ke ketiak).

RS MMC:

1. Adi Saputro (luka kepala bagian kiri).
2. Jhon (trauma).
3. Miss. Meisy Sabartian (luka bagian mata kaki kiri). (Viva.co.id)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.