Header Ads

Pengacara Minta Hakim PN Kuala Simpang Bebaskan 11 Warga Sengketa Lahan PT Rapala

acehbaru.com | Aceh Tamiang– Fauzan, SH dari LBH Banda Aceh pengacara 11 warga yang ditangkap dalam proses berjuang untuk dikembalikan tanah yang diduga telah diserobot PT Rapala meminta hakim untuk dibebaskan 11 terdakwa dari segala tuntutan. Rabu, 27 Jan 2016. Pengacara menganggap perbuatan 11 warga tersebut tidak menyalahi unsure yang dituduhkan.

“Perbuatan klien kami tidak memenuhi unsur Pasal 335 ayat 1 dan 2 KUHP serta Pasal 107 UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, dan terlihat dalam Tuntutannya Jaksa banyak Copypaste kesaksian Saksi-saksi, keterangan tersebut juga banyak yang tidak pernah di sampaikan di dalam Persidangan,” Ujar Fauzan, SH kepada acehbaru.com di Lhokseumawe

Dalam tuntutannya, Jaksa juga tidak menjelaskan peran masing-masing para terdakwa, sehingga sangat wajar kami meminta klien kami di bebaskan dari segala tuntutan.

“Tapi itu semua ada pada hakim, tapi kita sangat berharap, putusan yang adil dan biajaksana, tidak mungkin warga menuntut dikembalikan tanah, jika tidak yakin, itu milik mereka (masyarakat),” Tambah Fauzan

Dalam sidang, Selasa 26 januari 2016, usai pembacaan pembelaan dibacakan oleh penasehat hukum, Majelis hakim juga memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menyampaikan Pembelaan dan keinginan Para Terdakwa, kemudian Jaksa Penuntut Umum juga menyampaikan tanggapan Pledoi dari Penasehat Hukum secara tertulis yang dibacakan oleh Ully Fadhil SH, MH, setelah itu majelis menunda sidang ke hari kamis, tanggal 28 Januari 2016 mendatang.

Pasca Sidang diwarnai teriakan histeris  dari istri terdakwa dengan berlinang air mata sambil mengatakan "ampuni suami saya pak hakim, bagaimana anak dan saya pak hakim, suami saya bukan teroris, suami saya bukan pencuri, suami saya hanya memperjuangkan rakyatnya, pak hakim, bebaskan suami saya".

Sementara di luar pengadilan ratusan masyarakat  melakukan aksi demontrasi menuntut agar hakim dalam putusannya untuk membebaskan para terdakwa dari segala tuntutan. Dalam aksi tersebut mereka melakukan orasi, mereka meneriakkan hidup masyarakat, bebaskan rekan kami, mereka pejuang bukan penjahat". Aksi tersebut mendapat pengamanan ketat oleh kepolisian setempat (irv)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.