Header Ads

Mukim dan Lima Kepala Desa di Jangka Bireuen Dikukuhkan

acehbaru.com | Bireuen - Bupati Bireuen, H Ruslan M Daud mengukuhkan serta mengambil sumpah seorang Imum Mukim dan lima Keuchik (kepala desa - red) di Kecamatan Jangka, bertempat di Aula kantor Kecamatan setempat.

Kelima Keuchik yang dilantik dan dikukuhkan serentak itu antara lain, Razali keuchik Bada Timu, Siaman Puteh Keuchik Pulo Seuna, Ir Ridwan Keuchik Rusep Ara, Taufik Keuchik Alue Bei Pusong dan H Abdullah Keuchik Gampong Nibong,
pada agenda yang sama juga, Bupati Bireuen juga melantik dan mengukuhkan Basri M Daud sebagai Imum Mukim Bugak Kecamatan Jangka. Rabu, 20 Januari 2015

Sebelum prosesi pelatikan tersebut, Camat Jangka, Muhammad Nur SE mengatakan dari kelima Keuchik yang akan dilantik sekaligus itu, beberapa keuchik antaranya merupakan wajah baru yang mengantikan keuchik lama yang telah berakhir masa jabatannya, termasuk Mukim Bugak. Selasa 19 Januari 2016

Muhammad Nur menyampaikan, “Kita harapkan para keuchik yang akan dilantik lebih pro aktif dan dapat melaksanakan pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat. Utamanya, mereka mampu menyelesaikan masalah di tingkat gampong dengan arif dan bijaksana,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen, Ruslan M Daud dalam arahan singkatnya mengharapkan, para Keuchik yang telah dilantik ini dapat menjalankan tugas serta tanggungjawab terhadap masyarakat.

Disamping itu, kepada yang kalah dalam pemilihan untuk tetap berjiwa besar, sebab apa yang dilaksanakan dalam pemilihan tersebut merupakan salah satu wujud demokrasi yang harus dihargai.

Dengan lahirnya undang-undang desa, maka Keuchik merupakan orang pertama yang meletakan pondasi dasar pembangunan di Gampong melalui dana yang dikucurkan oleh pusat.

“Saya tegaskan serta mengharapkan agar Keuchik, tak hanya di Jangka tapi seluruh Kabupaten Bireuen, Keuchik untuk tetap transparan dalam pengelolaan dana ADD dan harus melibat semua perangkat Gampong”, pintanya.

Kalau dulu, semua perangkat Gampong selalu menyalahkan dinas dalam pemerataan pembangunan, tetapi kini dengan dana yang dikelola desa tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, berarti Keuchik sendiri yang memang tidak mengerti apa-apa tentang pembangunan, tegasnya lagi. (tar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.