Header Ads

Menegakkan Khilafah Wajib Bagi Umat Islam

acehbaru.com | Langsa- Mengangkat seorang Khalifah adalah fardhu (kewajiban) yang telah disepakati oleh para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Mengingkari kewajiban tersebut sama halnya menyimpang dari kesepakatan Ulama. Demikian kutipan singkat dalam acara Halqah Islam dan Peradaban yang dilaksanakan Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa, Jum’at 08 Januari 2016

Kegiatan yang dihadiri lebih kurang seratusan peserta tersebut mengupas tentang arti dan wajibnya Khilafah bagi umat Islam yang mengangkat dengan tema kegiatan “Khilafah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah”.

Ketua Lajnah Tsaqafiyah HTI Sumut Ustad Fatih Al Malawi selaku pembicara tunggal dalam materinya menjelaskan wajibnya menegakkan Khilafah bagi umat Islam adalah Fardhu Khifayah. Namun tatkala tidak ada mukhallaf yang mampu mengerjakannya maka kewajiban tersebut menjadi Fardhu ‘ain bagi umat Islam seluruhnya.

“Sudah menjadi sebuah keharusan bagi umat untuk memiliki seorang imam (khalifah) yang menegakkan agama, menolong sunnah, menolong orang-orang yang dizalimi, memenuhi hak-hak dan menempatkan hak-hak pada tempatnya.Saya sependapat bahwa menegakkan Imamah (Khilafah) adalah fardhu kifayah. Dan itu menjadi wajib ‘ain jika tidak ada satupun yang mampu melakukannya hingga saat ini dan itu udah disepakati para ulama” Papar Ustad Fatih

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dosa karena belum tegaknya Khilafah Islam tetap melekat pada seluruh kaum muslim, kecuali bagi mereka yang terlibat dan mendukung perjuangan agung dan mulia ini. Adapun mereka yang tidak melibatkan diri, abai, atau bahkan menghalang-halangi penegakkan Khilafah tentu akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT kelak pada Hari kiamat.

Usai memaparkan materi, kegiatan tersebut kembali dipandu oleh moderator Ustad Novendri, S.Pd dalam mengawal sesi tanya jawab dan ditutup dengan doa. Selanjutnya acara pun berakahir sekitar pukul 23.00 WIB yang disertai dengan ramah tamah dan foto bersama. (msi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.