Header Ads

Maroef Sjamsoeddin Mundur dari PT Freeport

acehbaru.com- Nama Maroef Sjamsoeddin yang menghiasi media pada Desember 2015 atas kasus 'Papa Minta Saham'  dilaporkan menteri ESDM Sudirman Said ke MKD DPR yang melibatkan ketua DPR Setya Nivanto dan pengusaha minyak Riza Chalid membuat negeri ini 'sedikit unik' terutama tontonan persidangan MKD yang hingga saat ini tidak ada keputusan final.


Ditengah kritik masyarakat untuk diungkapkan kasus atau vonis yang jelas atas dugaan melanggar etik Setya Novanto, namun MKD ternyata di akhir sidang hanya membacakan surat mengundurkan diri Ketua DPR Setya Novando dari ketua DPR.


Ditengah sidang itu, kubu Setya Novanto melaporkan menteri ESDM ke Polisi, dan juga melaporkan salah satu stasiun TV Nasional. Ditempat yang berbeda Kejagung terlihat akan memproses dugaan pencatutan nama Presiden dalam kasus 'papa minta saham itu' namun proses di Kejagung masih pada tahap pemanggilan Setya Novanto yang kedua setelah sebelumnya ia menolak hadir dengan alasan, kejagung belum kantongi izin dari Presiden.


Pun begitu heboh kasus ini, namun Setya Novanto tak ditinggalkan begitu saja, beberapa csnya di DPR, dengan silat begini dan begitu membelanya, hingga ddalam pembelaan tersebut, terkesan tidak ada standar apapun dalam kaitan sesorang menyangkut jabatan dan kelakuan. "semuanya biasa"


Nah ini ada berita baru, BBC Indonesia merilis Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin mengundurkan diri dari posisinya di perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu seiring dengan habis masa jabatannya.


Pihak Freeport Indonesia sendiri tidak memberikan rincian lebih jauh kecuali memastikan berita tersebut.

"Dia mengundurkan diri, hanya itu yang bisa saya katakan," kata juru bicara perusahaan tersebut Riza Pratama, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

BBC Indonesia sudah berusaha menghubungi Riza Pratama dan Maroef Sjamsoeddin, tetapi panggilan telepon tidak dijawab.

Berita pengunduran diri Maroef Sjamsoeddin terjadi setelah beredar secarik surat yang disebut berasal Maroef dan ditujukan kepada semua karyawan Freeport tentang pengunduran diri itu.

Freeport mengoperasikan salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia yang berlokasi di Provinsi Papua.

Perusahaan tersebut saat ini sedang merundingkan perpanjangan kontrak yang akan berakhir pada tahun 2021.

Nama Presiden Joko Widodo sempat dicatut terkait skandal perpanjangan kontrak perusahaan.

Dalam sebuah rekaman pembicaraan Maroef dengan mantan ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha M Riza Chalid, nama Jokowi sempat disebut-sebut untuk memastikan perpanjangan kontrak dengan imbalan pemberian saham.

Pemerintah sendiri sudah membantah hal tersebut. (BBC)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.