Header Ads

Korban Penyerobotan Tanah PT Rapala, Minta Hakim Bebaskan 11 Warga

acehbaru.com | Aceh Tamiang- Ratusan warga  bersama aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Rakyat Untuk Keadilan (sorak) demo di kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 26 Januari 2016. Mereka menuntut hakim memberi putusan hukum yang adil kepada 11 orang warga yang didakwa atas kasus sengketa lahan antara PT Rapala  dengan masyarakat. Rabu, 27 Januari 2015

Sedikitnya 300-san warga dari Desa Paya Rahat, Desa Teungku Tinggi, Desa Tanjung Lipat I dan II dan Desa Upah mendatangi kantor Pengadilan Negeri Kuala Simpang sekitar pukul 10.oo wib tadi pagi, dengan mengenakan pakaian serba hitam,mereka melakukan orasi didepan PN dan membacakan tuntutan atas sidang yang sedang berlangsung terkait 11 warga yang kini duduk di kursi pesakitan karena dianggap bersalah menunutut dikembalikan tanah mereka  yang diserobot Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.Rapala beberapa waktu silam.

Tiga tuntutan aksi mereka adalah meminta hakim memberikan putusan hukum yang adil kepada 11 orang terdakwa yaitu warga desa yang menjadi korban kasus sengketa lahan.

Meminta Bupati Aceh Tamiang, mengembalikan tanah rakyat yang telah dirampas perusahaan dan lebih peduli terhadap nasib rakyat yang telah menjadi korban kriminalisasi oleh perusahaan tersebut.

11 orang warga desa tersebut ditangkap polisi atas laporan PT.Rapala (perusahaan perkebunan kelapa sawit) telah menyerobot lahan perkebunan milik perusahaan.

Sejak 8 bulan lalu mereka ditahan dan dituntut 2 tahun penjara atas perbuatan melanggar pasal 160,335 dan 107 KUHP.

Haprizal Roji, kordinator aksi dari SORAK mengatakan 11 orang warga tersebut adalah korban dari sengketa lahan ini dan sebenarnya tanah merekalah yang telah dirampas oleh perusahaan.

"Kami minta Bupati meninjau kembali HGU PT.Rapala yang diduga cacat hukum dan mengembalikan tanah rakyat yang telah dirampas perusahaan," ucap Haprizal.

Setelah membacakan tuntutan aksi tersebut warga membubarkan diri. Tidak ada jawaban dari pihak PN Aceh Tamiang. (tri)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.