Header Ads

KinerjaPay Indonesia bersiap go publik bursa efek Amerika Serikat

acehbaru.com | Jakarta - Penyedia jasa e-commerce Indonesia KinerjaPay milik PT Kinerja Indonesia melayani berbagai ragam ceruk di pangsa pasar Indonesia kini bersiap untuk Go Public di Bursa Efek Amerika Serikat bernama OTC Markets (QTC.QB board), Kamis, 28 Januari 2016

Chairman PT Kinerja Indonesia, Edwin Witarsa mengatakan tumbuhnya jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia menghasilkan efek bola salju yang juga menguntungkan. Riset DS Annual Startup Report 2015 menyebutkan pertumbuhan penjualan e-commerce di Indonesia merupakan terbesar di dunia, karena berhasil mencapai 45% di 2014 dan 37% di tahun 2015. Salah satu dampak positifnya adalah tumbuhnya bisnis e-commerce asli dan khas Indonesia.

Salah satu platform e-commerce asli Indonesia yang kini jadi pilihan masyarakat adalah KinerjaPay. KinerjaPay adalah penyedia jasa e-commerce unggulan yang diluncurkan PT Kinerja Indonesia yang melayani berbagai ragam ceruk di pangsa pasar Indonesia. PT Kinerja Indonesia sendiri telah menyediakan jasa Teknologi Informatika dan Komunikasi sejak 2007.

Hingga kini, KinerjaPay telah berhasil menarik lebih dari 13.000 pelanggan aktif dan menjadi pasar untuk lebih dari 10.000 produk sejak diluncurkan bulan Februari 2015. Lebih jauh lagi, kini KinerjaPay telah siap untuk Go Public di Bursa Efek Amerika Serikat bernama OTC Markets (QTC.QB board). Langkah ini akan menjadikan KinerjaPay menjadi perusahaan e-commerce Indonesia pertama Go Public di Bursa Efek Amerika Serikat.
"Di tahun 2015, berbagai indikator e-commerce Indonesia menunjukkan potensi yang semakin cerah,” Tambah Chairman PT Kinerja Indonesia, Edwin Witarsa

Walaupun masih harus membuktikan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan, ekosistem e-commerce di Indonesia tumbuh semakin menarik dan perlahan-lahan mulai membuktikan diri mampu membawa dampak yang luas bagi masyarakat. Itulah sebabnya, tim KinerjaPay merasa bahwa tahun ini adalah saat yang tepat untuk kami melebarkan sayap ke mancanegara," ungkap Edwin Witarsa dengan penuh keyakinan.

KinerjaPay hadir di pasar Indonesia dengan berbagai kelebihan. Salah satunya adalah juga mempermudah transaksi e-commerce melalui dompet digital pribadi (personal e-wallet) dan konsep permainan realitas online (Online Reality Games). Pelanggan KinerjaPay menghabiskan waktu rata-rata lebih dari 30 menit setiap kali kunjungan. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding penyedia e-commerce atau media sosial lain.

Produk yang populer diperjualbelikan di platform KinerjaPay adalah pulsa telepon (HP) dan eVoucher (makanan, hotel, travel, dan lain-lain). Tim KinerjaPay telah membantu ribuan UKM (Usaha Kecil Menengah) melalui program Kinerja GO ONLINE untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dengan menjual produk secara online di KinerjaPay.

Melalui penawaran saham perdananya ini, KinerjaPay menawarkan harga di kisaran Rp.7.000 per lembar atau US$0.50 per lembar. Jumlah saham perdana yang ditawarkan adalah sebanyak 5.000.000 saham biasa. Masa penawaran awal dimulai dari tanggal 18 Januari sampai dengan 15 Februari 2016.

Ditemui di acara yang sama, Chief Executive Officer of Kinerja International Pte. Ltd. Deny Rahardjo menyebutkan bahwa dana hasil Go Public ini akan digunakan sekitar 50% untuk pengembangan pasar Indonesia dan sekitar 50% untuk memperkuat tim operasional serta tim IT.

"Tim manajement KinerjaPay dan PT Kinerja Indonesia akan membagikan rencana detail pengembangan perusahaan dan produk termasuk rencana jangka menengah adalah melebarkan sayap KinerjaPay ke negara berkembang lain terutama di Asia melalui Kinerja International Pte Ltd yang berpusat di Singapura," tutup Deny Rahardjo.

Perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia semakin meningkat dalam lima tahun terakhir dan diprediksi pada tahun 2016 akan meningkat tiga kali lipat menjadi 25 miliar dolar AS atau setara Rp295 triliun.

"Perkembangan bisnis E-commerce di Indonesia melesat dalam lima tahun terakhir, dan di tahun 2016 diprediksi naik tiga kali lipat menjadi 25 miliar dolar AS hingga Rp295 triliun," kata Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, di Surabaya, Kamis, 28 Januari 2016.

Ia mengatakan hasil riset tersebut diprakarsai oleh Asosiasi E-commerce Indonesia (Idea), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres) yang memperlihatkan bahwa tahun 2013, nilai pasar E-commerce Indonesia mencapai 8 miliar dolar AS atau setara Rp94,5 triliun. (azw)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.