Header Ads

Ini kata pengamat soal Tarmizi Karim mendapat dukungan Demokrat sebagai calon Gubernur Aceh

acehbaru.com | Banda Aceh - Pengamat Politik dan Keamanan Aceh Aryops Nivada melihat klaim  Tarmizi Karim   mendapat dukungan Partai Demokrat dan kemudian mendapat bantahan dari ketua DPW Demokrat sebuah polemik. Sabtu, 30 januari 2016

“Harus difahami pernyataan Tarmizi Karim mengatakan mendapatkan dukungan dari Demokrat bukan Partai Demokrat mengusung dirinya. Itu hal yang berbeda. Mendukung itu lebih berkaitan dengan dukungan moral, sedangkan mengusung terkait administrative,” Ujar Aryos

Sehingga bantahan Demokrat Provinsi Aceh Nova Iriansyah  terhadap pernyataan Tarmizi dikhawatirkan akan berdampak  pada kekuasaan Nova sebagai ketua DPW.

“Apakah sang ketua tidak memikirkan dampak, bahwa dirinya bisa dicopot sebagai ketua oleh SBY karena SBY Ketua Umum, jikalau Tarmizi melapor kepada SBY. Otoritas penentuan gubernur Aceh tetap di tentukan DPP, yakni Ketua Umum Demokrat. Bukan pada ketua DPW , Tarmizi karim tidak tinggal diam atas tindakan Nova Iriansyah yang membantah di media,” Prediksi  Aryos

Aryos melihat potensi ini tetap ada, karena kedekatan Tarmizi dengan SBY bukan cerita baru, bukan hal  tidak mungkin Tarmizi membangun komunikasi di level atas  yang dianggap sebagai penentu dari satu kebijakan dukung mendukung dan usung mengusung kepala daerah.

DPW Demokrat Aceh Punya Strategi Lain

Pernyataaan  ketua DPW Nova Iriansyah  membantah pernyataan Tarmizi Karim, dapat juga diasumsikan karena diminta ketegasan  yang dibungkus perintah Muzakir Manaf (Basis Koalisi Aceh Bermartabat). Publik mengamati Muzakir Manaf dengan Nova Iriansyah memiliki kedekatan relasi yang dalam.

Tidak menutup peluang sudah terjalin deal politik antara Muzakir Manaf dengan Nova Iriansyah, sehingga dirinya melakukan hal itu.

Menurut Aryos, seharusnya Nova Iriansyah mengkomunikasikan dengan SBY, selaku ketua Majelis tinggi partai demokrat , terlebih dahulu sehubungan pernyataan Tarmizi Karim, bukan hanya sebatas Sekjen. “Ini blunder dalam cara berkomunikasi Nova Iriansyah sebagai Ketua Demokrat,”

Blunder kedua, Nova Iriansyah sudah terlebih dahulu mengatakan mendukung Muzakir Manaf tanpa syarat serta tanpa dikomunikasikan keputusan tersebut kepada Ketua Umum dan Majelis Tinggi Partai Demorkat. (irv)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.