Header Ads

Gubernur Bilang Beres Perkembangan Aceh Ke Dubes Finlandia, Dubes Balik Puji

acehbaru.com | Banda Aceh – Kedatangan Dubes Finlandia Lars Backstrom untuk melihat perkembangan Aceh pasca 10 tahun perdamaian ke Aceh,   Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah  mengatakan Aceh sudah aman dan masyarakat hidup dengan tentram, sementara Dubes Finlandia Lars Backstrom menyebutkan proses perdamaian sudah berjalan baik. Jumat, 22 Jan 2016

Selain Dubes delegasi Finlandia juga ikut serta utusan Khusus Finlandia untuk Mediasi Perdamaian Asia dan Asia Tengah, Kementerian Luar Negeri Finlandia itu,bertandang ke Pendopo Gubernur Aceh ditemani Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Mrs. Paivi Hiltunen-Toivio, Kamis 20 januari 2015.

Dubes Lars mengaku datang secara khusus untuk melihat lansung perkembangan pembangunan Aceh setelah 10 tahun usia perdamaian yang disepakati antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah RI di Helsinki.

“Perkembangan pembangunan di sini sangat menggembirakan dan proses integrasi mantan kombatan dengan masyarakat berjalan dengan baik,” kata Lars usai bertemu dengan Gubernur Zaini Abdullah.

Lars Bakcstrommeng apresiasi perdamaian yang di capai antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia. Menurutnya, Perdamaian dan MoU Helsinkisangat penting setelah konflik berkepanjangan terjadi di Aceh.

“Sejauh ini, saya lihat perdamaian Aceh sudah berjalan dengan baik,tentu banyak hal yang harus terus di benahi pemerintah Aceh untuk menjadikan perdamaian yang kekal” ujarnya lebih lanjut.

Sementaraitu, Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah mengatakan, banyak perubahan terjadi di Aceh 10 tahun pasca perdamaian. Aceh sekarang sudah aman dan masyarakat hidup dengan tentram..

“Media internasionalkadangberlebihanmemberitakankondisi Aceh danmembuat orang luartakutdatang. Tetapi setelah mereka melihat dan merasakan sendiri kondisi di Aceh, baru mereka percaya kalau Aceh sudah benar-benar aman, termasuk bagi investor” Kata Gubernur Zaini kepada tamunya.

Gubernur Aceh yang akrabdisapa Doto Zaini itu juga menjelaskan tentang otonomi khusus yang disertaidengananggarannya. “Kita mengelola dana tersebut dengan baik agar tidak melenceng dari sasaran dan merugikan kita semua,” lanjutnya.

Terkait dengan perkembangan ekonomi, Gubernur mengatakan Pemerintahterus melakukan berbagai macam upaya untuk mengundang investor ke Aceh dan meningkatkan sektor pariwisata terutama di kawasan Sabang.

Pada kesempatan tersebut, Lars Backstrom juga sempat menanyakan pelaksaaan Syariat Islam dan peranan perempuan di Aceh kepada Gubernur Zaini Abdullah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Zaini menjelaskan bahwa penerapan Syariat Islam di Aceh hanya diperuntukan untuk Muslim dan Islam di Aceh tidak Radikal. Gubernur memastikan tidak ada deskriminasi terhadapperempuan di Aceh.

“Perempuan sangat di hormati di Aceh dan sangat berperan dalam berbagai aspek, kita juga memiliki walikota perempuan di Banda Aceh” Pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Walikota Banda Aceh ,Drs H ZainalArifin, KadisSyariat Islam, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, , Kadispariwisata, Reza Fahlevi, BadanInvestasidanPromosi Aceh, Anwar Muhammad, KesbangpolLinmas, Nasir Zalba dan sejumlah SKPA lainya.(rilis)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.