Header Ads

Fahri Hamzah Persoalkan KPK Geledah Ruang Di DPR

acehbaru.com | Jakarta - Perdebatan terjadi saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Yudi Widiana di lantai 3 ruang 0311, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 15 Januari 2016.

Perdebatan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dengan salah satu penyidik KPK bernama AKBP Kristian. Fahri tak terima lantaran saat melakukan penggeledahan KPK membawa Brimob yang membawa senjata laras panjang.

Menurut Fahri, tidak ada aturannya penyidik dalam melakukan penggeledahan membawa senjata. Fahri pun meminta penyidik KPK berserta Brimob yang melakukan penggeledahan keluar dulu sampai mendapat izin.

"Penggeledahan kita enggak masalah, tapi kami memersoalkan membawa senjata laras panjang ini. Kami minta bapak keluar dulu. Seolah-olah pengamanan di DPR tidak berguna. Kami juga punya pamdal (pengamanan dalam DPR) di sini," ucap Fahri dengan nada sedikit tegas.

Menanggapi ucapan Fahri, AKBP Kristian enggan keluar dari ruangan. Dia mengatakan sudah mendapat izin dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
"Saya tidak mau keluar. Saya sudah mendapat izin dari DPR. Ini tugas negara," kata Kristian dengan nada tinggi.

Fahri pun terpancing emosi dengan jawaban Kristian tersebut. Fahri pun membentak Kristian. Politikus PKS itu mengatakan, DPR setengah mati membangun nama baik kepada publik.

Fahri mengatakan tidak memermasalahkan penggeledahan KPK, tapi memermasalahkan senjata yang dibawa oleh petugas Brimob.

"Saya juga tugas negara. Seolah-olah kami ini di DPR maling," bentak Fahri kencang. (sindonews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.