Header Ads

Eco Diver Journalists Minta Penegak hukum Segera Proses Penyelundup Sirip Hiu

acehbaru.com | Surabaya - Eco Diver Journalists meminta penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan sirip hiu dan ubur-ubur ditangkap Kantor Bea Cukai (BC) Tanjung Perak Surabaya dilakukan secara transparan. Sabtu, 30 januari 2016. Kasus serupa pernah terjadi namun penegakan hukum samar-samar.

Ketua Eco Diver Journalists, Jekson Simanjuntak mengatakan beberapa hari lalu, Kantor Bea Cukai (BC) Tanjung Perak Surabaya membongkar empat unit kontainer berisi 20.814 kilogram (kg) sirip hiu martil dan 93.412 kg ubur-ubur yang hendak diselundupkan ke Hong Kong.

“Perdagangannya yang ilegal akan mengancam kelangsungan populasi mereka,” Ujar Jeckson

Katanya terhitung 14 September 2014, lima spesies hiu yang terancam punah mendapatkan perlindungan serius dari Konvensi Perdagangan Internasional Terhadap Satwa dan Tumbuhan yang Terancam Punah (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna/CITES)).

Sejauh ini, di dunia terdapat 73 jenis hiu yang dilindungi. Dua di antaranya berhabitat di Indonesia, yakni hiu martil dan hiu koboi. Uniknya, Indonesia juga merupakan habitat bagi 4 jenis hiu yang tercantum dalam daftar Appendix II CITES.

"Spesies hiu yang masuk Appendix II CITES adalah oceanic whitetip shark, 3 jenis hammerhead shark, yakni: scalloped hammerhead, smooth hammerhead dan great hammerhead", ujar Jekson.

Jekson menjelaskan dalam temuan itu, setelah dilakukan penggeledahan oleh otoritas Kantor Bea Cukai (BC) Tanjung Perak Surabaya ditemukan sirip ikan hiu tersimpan di satu kontainer 40 feet. Isinya 352 kantong sirip ikan hiu yang semula dilaporkan sebagai jerohan (perut ikan) beku sebanyak 389 karton seberat 19.123 Kg.

Untuk memastikan dari barang tersebut, Balai Karantina Ikan Kelas I Surabaya 2 mengirim sampel sirip hiu itu ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Denpasar, Bali.

“Hasilnya, secara visual sirip-sirip hiu itu merupakan sirip hiu martil, dan hiu biru (blue shark) yang merupakan jenis hiu yang dilindungi,’ Tambah Jeckson

Menurutnya sirip hiu itu akan dikirim sebagai persediaan di jelang hari raya Imlek seperti. Katanya Sirip hiu akan banyak permintaan di momen istimewa itu.

“ Kita Minta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Surabaya 2 segera melimpahkan kasus ini ke kepolisian, agar  segera dilakukan penyelidikan dan penyidikan, untuk secepatnya ditemukan tersangka,” Harap Jekson sambil menambahkan pelaku dapat di jerat dengan diatur dalam UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, serta UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 45 tahun 2009.

Sebagaimana diketahui Indonesia merupakan salah satu pemasok sirip hiu terbesar di dunia, di sisi yang lain hiu di habitatnya merupakan predator puncak dan memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut.

Oleh karena itu menjaga kelestarian hiu di habitatnya menjadi penting, mengingat 90% populasi hiu di beberapa lokasi di dunia mengalami penurunan drastis. Spesies ini diburu untuk sirip, daging, kulit, minyak hati dan tulang rawannya.

Sementara itu, permintaan pasar akan sirip hiu terbesar berasal dari Asia, yang kemudian menjadi pendorong atas penangkapan hiu secara berlebihan yang mengakibatkan penurunan populasi. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.