Header Ads

Berkibar Pada Era 2014, Anggota Kelompok Bersenjata Raja Rimba Menyerah

acehbaru.com | Aceh Timur –Kelompok bersenjata Raja Rimba yang beroperasi diwilayah Rantau Pereulak Aceh Timur dan berkibar dimedia terakhir pada era 2014 lalu,  pasca pengakuan atas insiden pembakaran alat berat PT Agra Wisesa, Minggu 12 Oktober 2014 di Dusun Alur Canang, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Sabtu, 16 januari 2016, Nasrul alias Sikleung (30) salah satu anggota Raja Rimba menyerah ke Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh mengisahkan, Nasrul alias Sikleung mau turun setelah komunikasi panjang, termasuk soal kehidupannya masa depan serta harapan keluarganya supaya ia dapat hidup aman dan nyaman didalam masyarakat.

Ssetelah melewati proses itu, Nasrul yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi memilih langkah terbaik,  Nasrul bersedia menyerahkan diri dan membawa satu butir granat manggis.

"Kami jemput pada hari Sabtu, perangkat Desa dan keluarga juga ikut membantu” kata Teuku Saladin Humas Polda Aceh kepada acehbaru.com, Senin, 18 Januari 2016

Saladin juga menambahkan, semua orang punya riwayat kelam, namun semua orang juga punya kesempatan untuk memperbaikinya. Termasuk Nasrul yang baru berusia 30 tahun, pasti punya waktu yang cukup panjang untuk menata kembali kehidupannya. Aparat desa, pak Geucik, Pak Iman, juga ikut serta.

"Pendekatan yang humanis, serta penuh kearifan lokal, ini akan terus kita lakukan, ini semua untuk kebaikan," Tambah T. Saladin

Catatan Polda Aceh, kelompok Raja Rimba pernah mengaku sebagai pembakar alat berat PT Agra Wisesa 2014 lalu, dan diduga terlibat penculikan karyawan PT Medco E&P, Marcom Primrose, 60 tahun, asal Skotlandia di Aceh Timur pada Juni 2013. Saat itu Nasrul bertugas menjaga sandera yang kemudian dibebaskan. (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.