Header Ads

Pejuang Aceh Merdeka Rayakan Ultah ke-39 Dalam Penjara

acehbaru.com | Aceh Utara - Meski sejumlah petinggi dan anggeta GAM sudah tunduk kepada Indonesia pasca Mou 15 Agustus 2015 silam dan kini sudah menikmati nikmatnya MoU. Namun berbeda dengan Rasyidin (35) alias Abu Sumatera ia yang mendekam dipenjara atas kasus kriminal tetap merayakan hari ulang tahun Gerakan untuk tujuan Aceh yang Merdehka.

Keyakinan Abu Sumatra terhadap kemerdekaan Aceh tak usah diragukan, didalam sel LP lambaro ia membentangkan bendera Bintang Bulan didinding lalu dengan mulut seakan membaca do’a do’a kemerdekaan kemudian dengan sigap, layaknya pasukan khusus alumni tajjura memberi hormat kepada bendera yang di perkenalkan almarhum Hasan Tiro itu. BACA JUGA : Abu Sumatera Ditangkap, Disangka Terlibat 11 Kasus

Abu sumatera yang memiliki jabatan kordinator wilayah Pasee dan sekitarnya untuk misi menbangunkan kembali Gerakan untuk memerdekakan Aceh pasca petinggi GAM, seperti Malik Mahmud, Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf menerima status otonomi dari Indonesia. Abu Sumatera menganggap status Aceh dalam Bingkai NKRI belum lah cukup. Ia berkeyakinan Aceh yang Merdehka adalah suatu yang mutlah harus diterima Aceh dari Indonesia. BACA JUGA :Abu Sumatera ‘Kenakalan’ atau Terbalut Idiologi ?

Abu Sumatera dalam merintis kembali perjuangan kemerdekaan untuk Aceh dengan membawa bendera ASNLF yang ditinggalkan generasi Zaini Abdullah, Malik Mahmud dan Muzakkir Manaf pasca mereka menandatangani damai dengan Indonesia 15 agustus 2005 silam, bukanlah sendirian. Ia didukung oleh aktivis penggerak hidupnya ASNLF kembali, yang kini mereka, bermukim sambil bekerja di beberapa negara di eropa.
“Milad ke-39 adalah hari yang paling bersejarah bagi Bangsa Aceh,” Ujar Abu Sumatera.

Menurut nya keinginan Bangsa Aceh untuk menjadi Bangsa yang berdaulad akan terus di perjuangnya, dengan cara apapun itu, Indonesia dan pihak lain tidak dapat menghalangi –halangi, karna milad ASNLF/AM hak legal bagi Rakyat Acheh dan warisan indatu kami Almarhum Wali Neugara Tgk. Muhammad Hasan Ditiro.

Ia juga menyinggung pernyataan Darwis Jeunib yang melarang masyarakat mengibarkan bendera bintang bulan di hari Milad GAM.

“Jangan buat pernyataan melarang Rakyat Acheh mengibarkan bendera bulan bintang pada tanggal 4 Desember 1976/2015 sangat tidak masuk akal dan keliru," cetus Abu Sumatera.

Selain itu Abu Sumatera juga menyindir soal berbagai pernyataan baik para petinggi mantan pejuang kemerdekaan yang kini sudah menduduki berbagai posisi di Aceh maupun Jakarta yang kerap mengeluarkan pernyataan dengan dalih jaga perdamaian. Menurut Abu Sumatera ungkapan itu tidak terlalu penting untuk didengar, karena menurut Abu sang pejuang kemerdekaan Aceh versi baru ini, tidak ada gunanya berdalih damai tapi hasilnya untuk menghilangkan identitas Aceh.

"Kami sangat mencintai damai tapi bukan damai MOU Helsinky yang lahir dibawah undang-undang 1945, damai yang kami rindukan merdeka dan bebas dari NKRI," Tegas Abu Sumatera, Merdehka……Merdehhka...Merdehhka ... (irv)

1 komentar:

  1. Komentar:merdehka nanggro aceh, tp hek teh sebab oh ka ijok peng k mebalek pikiran dum.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.