Header Ads

Novanto Balik Lapor Sudirman, Kita Lihat Saja Yang Salah Akan Jadi Sholeh Atau ?

acehbaru.com - Secara pendengaran dan kasat mata dari tulisan dalam transkrip yang dilaporkan oleh menteri ESDM dan Pengakuan Direktur Freeport Maroef Syamsudin  serta sejumlah komentar pengamat, atau keterangan orang pandailah yang selama ini berwara-wiri di ibu kota negara memang sang ketua DPR RI diduga kuat melanggar etika.

Namun fakta yang terjadi saat sidang MKD membuat masyarakat terbatuk-batuk dalam menjaga nalar sehatnya agar tidak terpengaruh dengan lincahnya lidah para pihak yang sangat terlihat ingin menyelamatkan dugaan pelanggaran etika yang dilakukan sang ketua besar.

Apa gerangan apa yang Salah mau disalehkan atau yang saleh tetap saleh yang salah tetap pada salah?

Saat pengacara Novanto melaporkan Sudirman Said ke  Badan Reserse Kriminal atas tuduhan pencemaran nama baik, semakin membuat masyarakat mual-mual. Atas gejala itu akhirnya masyarakat Indonesia tampak menunjukkan reaksi.

Melalui media sosial Twitter dengan label khusus #SaveSudirmanSaid, publik (netizen) menyesalkan sikap Setya yang malah balik melaporkan Sudirman atas tuduhan pencemaran nama baik.

Kekecewaan yang disampaikan melalui jejaring Twitter ini sudah muncul sejak dipanggilnya Sudirman Said ke sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang disiarkan langsung secara terbuka oleh beberapa stasiun televisi nasional, seperti pada akun @fitrijoko yang mengatakan, “Pengadu seharusnya dilindungi dan dimuliakan, bukan diperlakukan seperti orang bersalah.” Ada juga yang berpendapat bahwa pelaporan tersebut adalah sebuah dalih, oleh @canny_shoeple, “SN (Setya Novanto) sudah mati langkah alias skak mat.”  (Lihat video Pengamat : Sidang MKD Antiklimaks, Setya Novanto Bersikukuh Tidak Bersalah)

Kata-kata mendalam juga disampaikan beberapa individu yang merasa janggal saat Sudirman yang seharusnya dipuji karena menguak kasus ini ke publik, malah dianggap melanggar hukum, seperti @widyawatirita yang menulis “when exposing a crime is treated as commiting a crime, you are ruled by criminal (kalau membeberkan kejahatan dianggap sama saja dengan mengakuinya, kalian sudah dikendalikan kejahatan itu sendiri).”

Firman selaku kuasa hukum Setya melaporkan Sudirman Said ke kantor Bareskrim pada Rabu, 9 Desember 2015. Laporan itu dilakukan Firman atas dugaan tindak pidana fitnah, pencemaran nama baik, penghinaan, dan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Upaya pelaporan ini, ujar Firman, untuk meluruskan tuduhan-tuduhan yang selama ini menyerang kliennya. "Ini sudah menyerang nama baik Setnov (Setya Novanto). Ini harus ditindak serius. Untuk itu, kami ingin meluruskan tuduhan ini. Makanya kami lapor ke Bareskrim.”

Sebelumnya, Menteri Sudirman telah mengadukan Setya ke MKD atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam lobi perpanjangan kontrak Freeport. Bukti rekaman pembicaraan Setya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha minyak M. Riza Chalid yang berisi dugaan pencatutan nama tersebut sudah diserahkan ke MKD.

Dalam sidang MKD, Sudirman dan Maroef telah diminta keterangan. Setya selaku teradu juga telah dimintai keterangan, tapi dia menolak menjawab karena menilai rekaman itu diperoleh secara ilegal. Sedangkan Riza Chalid yang seharusnya diperiksa MKD pada Kamis, 3 Desember 2015, belum juga hadir. (sumber Tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.