Header Ads

Milad GAM, Bendera Bintang Bulan Jangan Berkibar

acehbaru.com| Banda Aceh - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menyerukan agar semua pihak tidak menaikkan, mengibarkan, menggunakan, dan memublikasikan bendera maupun lambang Aceh sampai adanya ketentuan lebih lanjut.

Seruan tersebut ditandatangani di Banda Aceh pada 30 November 2015 (bertepatan dengan 18 Safar 1436 Hijriah). Namun, naskahnya baru diterima Serambi dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Aceh, Nasir Zalba SE, Selasa 1 Desember 2015.

Menurut Nasir Zalba, pada hari Senin (30/11), anggota Forkopimda Aceh berkumpul di Meuligoe (Pendapa) Gubernur Aceh. Dalam rapat singkat Forkopimda Aceh itu tercetus ide untuk membuat seruan bersama yang tujuannya untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif dan perdamaian Aceh tidak terusik. “Semua ini untuk kedamaian Aceh,” kata Nasir Zalba.

Seruan bersama itu ditandatangani oleh enam elite Aceh. Terdiri atas Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, Wakil Ketua DPR Aceh Drs Sulaiman Abda MSi, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs M Husein Hamidi, dan Kajati Aceh Tarmizi MH.

Masing-masing pejabat tersebut membubuhkan cap stempel lembaganya di atas namanya pada naskah seruan yang diteken bersama itu.

Selengkapnya, inilah redaksi seruan tersebut: Sehubungan dengan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh yang belum ada suatu kesepakatan bersama antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Aceh, maka dengan ini diminta kepada semua pihak untuk tidak menaikkan, mengibarkan, menggunakan, dan memublikasikan bendera dan lambang Aceh dimaksud sampai adanya ketentuan lebih lanjut.

Demikian Seruan Forkopimda ini dikeluarkan, untuk dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Berdasarkan catatan Serambi, 4 Desember biasanya diperingati kalangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai hari milad gerakan yang dicetuskan Dr Hasan Tiro pada tahun 1976 itu. Sering, pada 4 Desember atau sebelumnya, bendera yang dinamakan ‘Bendera Bintang Bulan’ itu dikibarkan secara diam-diam. Namun, tahun ini, untuk mengantisipasi pengibaran, Forkopimda Aceh sudah duluan mengeluarkan seruan bersama.

Tak berkibar
Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH bersama Dandim 0101/BS Kolonel Inf Riswanto beserta panitia Milad GAM, Hidayat, menyepakati tak ada bendera Bintang Bulan yang berkibar pada pelaksanaan milad GAM, 4 Desember mendatang.

Kesepakatan itu dicetuskan bersama Selasa (1/12) pagi di Aula Machdum Sakti, Mapolresta Banda Aceh. “Kemarin kami sudah terima surat dari panitia terkait rencana pelaksanaan milad yang dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Tapi, kami meminta agar tidak dinaikkan bendera Bintang Bulan pada hari ‘H’ mulai di pusat kecamatan sampai pelosok desa. Kesepakatan itu tercapai hari ini,” kata Kombes Zulkifli.

Berbalut bendera
Sementara itu dari Sigli dilaporkan, tim gabungan Polres Pidie menggeledah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sigli, Selasa (1/12) sekira pukul 12.00 WIB menemukan charger handphone (hp) yang dibalut bendera Bintang Bulan.

Wakapolres Pidie, Kompol H Nazaruddin MH, kepada Serambi kemarin mengatakan, polisi menggeledah Rutan Sigli setelah menerima laporan dari Kepala Rutan Sigli bahwa diduga ada granat nanas di rutan tersebut.

Tapi saat dilakukan penggeledahan, yang didapat justru empat charger hp dibalut dengan selembar bendera Bintang Bulan. Bungkusan itu dimasukkan ke dalam plastik warna hitam yang ditemukan di halaman rutan.

“Kita berharap kepala rutan supaya cepat melapor ke polisi jika ada hal-hal yang mencurigakan supaya cepat kita ambil tindakan,” katanya.

Kepala Rutan Sigli, Gunarto, yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, temuan bendera Bintang Bulan plus charger hp itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada polisi untuk diproses.

Menurutnya, isu tentang granat itu sempat menimbulkan suasana mencekam di rutan. Diduga isu itu sengaja diembuskan untuk menakut-nakuti sipir dengan granat dan memancing kerusuhan. Namun, kerusuhan itu urung terjadi karena polisi cepat bergerak ke rutan dan langsung melakukan penggeledahan. “Pengusutan kasus ini kita serahkan pada polisi,” kata Gunarto. (aceh.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.