Header Ads

Meski Tidak Merdeka, Aktivis WAA Tetap Peringati Hari Deklarasi Perjuangan Kemerdekaan Aceh

acehbaru.com | Meski gelora tuntutan kemerdekaan sudah semakin kecil disuarakan organisasi –organisasi baik di Aceh maupun di luar negeri pasca MoU 15 Agustus 2005 silam, namun beberapa Aktivis World Acehnese Association tetap berkumpul memperingati hari deklarasi Gerakan untuk pembebasan Aceh dari Republic indonesia itu. Sabtu, 5 Des 2015

Koorditor WAA Anwar Omar mengatakan peringatan penuh khidmat di gelar Jum’at 04/12/15, pukul 10:30 waktu kota Aalborg. Peringatan ini dilakukan karena tanggal itu dianggap sebagai hari bersejarah ini sudah menjadi agenda tahunan organisasi masyarakat Aceh yang bermukim di kota ini.

“Di hari ulang tahun GAM ke 39 ini (04 Des 1976 - 04 Des 2015 ), kami mengevalusi dan menganalisa kembali sejauh mana pengorbanan, keberanian para pejuang serta para syuhada Aceh dulu dalam berkiprah demi memperjuangkan kepentingan bangsa. Mereka para pahlawan yang ikhlas megorbankan tujuh prinsip dalam memperjuangkan hak bangsa Aceh, yaitu dengan rela mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, harta, berpisah dengan keluarga yang sangat di cintai, darah dan nyawa sekalipun,” Ujar Anwar Omar

Anwar menambahkan begitu sangat mahal harga sejarah pejuangan GAM dalam usaha mengangkat marwah bangsa Aceh untuk merintis sebuah neugara yang pernah berdaulat. “Tidak sanggup dibayar dengan apapun melainkan patut dikenang sepanjang masa walau dimanapun kita berada”.

Dalam menghargai sejarah perjuangan bangsa dan para syuhada, perlu di catat dan dilukiskan oleh regenerasi bangsa tersebut dalam ingatan untuk mengambil tanggung jawab moral terhadap membangun pondasi perjuangan yang belum selesai sesuai masa.
Oleh sebab itu, aktivis WAA berkomitmen pada setiap 4 December, mengadakan kegiatan khusus, berdoa, menghadirkan atau mengibarkan bendera perjuangan Gerakan Aceh Merdeka pada acara Milad GAM sebagai simbol nasionalisme ke Acehan.

“Hemat kami masyarakat Aceh ban sigom Donja, masih mengalami kemunduran dalam memperingati hari sejarah Aceh. Dalam arti dengan mudah ada yang mengubah atau mengulur waktu dengan alasan-alasan tertentu,” Tambah Umar.

Padahal itu sangat tidak rasional, karena menurut kami siapa saja pejuang yang tidak memperingati hari sejarah sesuai fakta, maka mereka termasuk orang-orang yang tega melakukan pembodohan sejarah atau menunda kemerdekaan.

WAA mengingatkan semua pihak, apalagi yang katanya masih komit dengan perjuangan seunambong endatu. Peringatilah sejarah itu sesuai hari dan tanggal, begitu juga kepada wakil-wakil rakyat Aceh, dan WAA juga berpesan kedepan DPRA untuk menqanunkan hari-hari bersejarah sebagai hari libur nasional di Aceh.

“Kalau sudah menjadi qanun yang sah, maka pemerintah Aceh jangan segan-segan untuk mengumumkan kepada masyarakat sehingga masyarakat Aceh secara umum tau hari-hari yang harus dikenangnya”.

Sebagai mana diketahui pasca perdamaian dan saat sejumlah mantan petinggi GAM masuk dan berkiprah dalam pemerintahan di Aceh di bawah payung otonomi khusus, peringatan hari deklarasi GAM semakin hari semakin kecil gemanya. (lia/rilis)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.