Header Ads

Larangan Ekport, Petani Kerapu Menjerit

acehbaru.com | Banda Aceh - Nelayan yang membudidayakan ikan kerapu menjerit, informasi larangan ekport bibit ikan kerapu yang dikeluarkan Menteri Kelautan membuat harga jual  ikan kerapu warga menurun, harga ikan kerapu lumpur ditingkat agen Rp.40 ribu perkilogram, dari sebelumnya mencapai Rp.80 ribu. Minggu, 20 Des 2015

Syahrul (50) seorang petambak kerapu di Peureulak mengaku ia mendapatkan kabar dari mulut kemulut bahwa murahnya harga beli ikan kerapu diatas 7 ons atau 1/2 ke atas yang biasanya dibeli dengan harga Rp.80 ribu dan kini hanya mau dibeli oleh agen Rp.40 ribu dikarena larangan ekport dari menteri kelautan.

. " Saya dengar karena dilarang ekport oleh menteri, makanya harga turun, Kalau segitu dibeli, tak balik modal, rakyat tambah punah bukan bangkit" Ujar Syahrul kepada acehbaru.com

Syahrul berharap kebijakan Menteri Susi yang melarang ekport bibit harus dijelaskan secara jelas kepada para nelayan, tentang mana yang boleh di ekport dan mana yang tidak. Sehingga tidak dimamfaatkan oleh para mafia penampung ikan untuk meraup keutungan berlipat, dengan mengabarkan informasi yang salah kepada masyarakat petambak kerapu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  menerbitkan aturan larangan ekspor bibit ikan kerapu. Selasa, 27/01/2015 lalu. Katanya,  pelarangan ini diharapkan bibit ikan kerapu yang dimiliki oleh UPT KKP bisa dibudidayakan sampai dewasa sehingga memberikan nilai tambah bagi para nelayan lokal. Kebijakan ini juga dalam rangka menjaga kesinambungan dan pelestarian populasi kerapu di laut Indonesia. (ira)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.