Header Ads

Pengangkutan Sampah Berbasis Website Banda Aceh Raih AMPL Award 2015

acehbaru.com | Jakarta – Kota Banda Aceh berhasil meraih AMPL Award 2015 untuk kategori pemerintah atas inovasi Layanan Pengangkutan Sampah Berbasis Website yang digagas oleh Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh. Kamis, 12 November 2015

AMPL Award merupakan sebuah penghargaan di bidang air minum dan sanitasi yang digelar oleh Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Bappenas. Kota Banda Aceh dinilai sebagai salah satu kota di Indonesia yang berhasil dalam hal peningkatan akses sanitasi.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil kepada Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN), Rabu 11 November 2015.

Pada acara yang diadakan di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan tesebut, Wali Kota Illiza turut didampingi oleh Kepala DK3 Banda Aceh Jalaluddin.

Selain Banda Aceh, kota lainnya yang mendapat penghargaan di bidang sanitasi ini antara lain Malang dan Bangka Belitung. Sebelumnya, berdasarkan hasil verifikasi Bappenas, Banda Aceh bersama sembilan kota lainnya masuk dalam nominator AMPL Award 2015.

Kabag Humas Setda Kota Banda Aceh Drs Marwan menjelaskan, aplikasi yang diberi nama eJadwal ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat di website resmi DK3 Banda Aceh http://kebersihan.bandaacehkota.go.id/. “Aplikasi ini memuat jadwal pengangkutan sampah di dalam Kota Banda Aceh.”

Dikatakannya, Dinas Kebersihan dan keindahan Kota Banda Aceh telah mengembangkan aplikasi ini sejak dua tahun lalu, dan terinspirasi dari Kota Apeldoorn, Belanda. “Dari laptop atau smartphone, masyakarat cukup mengetikkan kata kunci seperti nama jalan atau nama gampong, lalu akan muncul jadwal pengangkutan sampah lengkap dengan data armada, pekerja dan no kontaknya.”

Keuntungannya, kata Marwan, masyarakat bisa mengetahui jadwal pasti layanan pengangkutan sampah di tempat mereka tinggal, sehingga bisa mengeluarkan sampah tepat waktu dari rumah untuk selanjutnya diangkut oleh mobil sampah ke TPA.

“Kami mengimbau warga untuk mengecek jadwal ini, agar saat mengeluarkan sampah dari rumanya sesuai dengan jadwal pengangkutan sehingga tidak menyebabkan sampah menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap maupun mengganggu pemandangan,” katanya.

Hingga saat ini, sambung Marwan, Dinas Kebersihan dan keindahan Kota Banda Aceh terus berusaha menyempurnakan aplikasi ini terutama terkait dengan update data. “Jika masih ada yang belum sesuai jadwalnya, masyarakat bisa langsung menyampaikan komplain kepada kami,” pungkasnya seraya menambahkan layanan angkutan sampah DK3 Banda Aceh sudah mencakupi 51 jalan utama di 90 gampong. (a/rilis)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.