Header Ads

Kekeliruan Berita Kasus Wartawan Di Meulaboh, Ini Klarifikasinya

acehbaru.com | Aceh Barat – Penghalangan peliputan yang dilakukan petugas SPBU Gampong Pasi Pinang, Kecamatan Mereubo yang terjadi 16 Oktober 2015 lalu terhadap jurnalis Metro TV wilayah Peliputan Barat Selatan Aceh, akhirnya kedua pihak sepakat menempuh cara damai. Kamis, 12 Oktober 2015.

Namun dalam pemberitaan sebelumnya terjadi kekeliruan, dimana terjadi kekeliruan pemberitaan dalam berita Halangi Pers, Berakhir Damai, Toke SPBU Minta Maaf dimana diberita itu tersebut nama Khaidir Azhar yang termuat keterangannya. “Daripada kena penjara dua tahun dan denda Rp 500 juta, mau tidak mau harus bayarlah,”

BACA JUGA :Ini Keterangan Kuasa Hukum Jurnalis Terkait Kasus Jurnalis Di Meulaboh

Menurut Khaidir saat di hubungi langsung oleh redaksi acehbaru.com maupun sebaliknya, menurutnya berita tersebut adalah keliru, ia membantah memberikan keterangan tersebut, dan mengaku tidak pernah di wawancara oleh koresponden acehbaru.com yang berkode Bai, dan menganggap apa yang ditulis itu adalah bohong.

Koresponden acehbaru.com yang berkode Bai yang memiliki wilayah tugas di Meulaboh dan Nagan Raya mengakui kelupaan mengaku bahwa ia juga menulis untuk situs acehbaru.com.

“Ya saya memang lupa mengaku saya juga menulis untuk acehbaru.com, tapi nara sumber itu tahu saya itu wartawan,” Kata Bai yang dimintai keterangannya oleh redaksi acehbaru.com

Maka atas dasar kekeliruan yang dilakukan, melalui berita ini kami di keredaksian MINTA MAAF. Maka dengan kata maaf ini kekeliruan yang dilakukan dianggap selesai.

Sebagaimana diketahui kasus penghalangan peliputan yang menimpa Jurnalis Metro TV telah berakhir damai. Kuasa Hukum Arif Fahmi Jurnalis Metro TV Candra Darusman, SH, MH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh selaku kuasa hukum kepada acehbaru.com mengatakan proses sengketa Pers antara SPBU Nomor 14 236 415 Gampong Pasi Pinang, Kecamatan Mereubo beberapa waktu lalu, Kedua pihak sudah sepakat untuk menempuh jalan damai.

“Kedua belah pihak sudah sepakat damai, dengan syarat terlapor harus meminta maaf lewat 5 media massa yang telah disepakati,” Kata Chandra kepada redaksi acehbaru.com, Kamis, 12 November 2015. (irv)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.