Header Ads

Kaki Terus Membusuk, Dua Bocah Singkil Butuh Uluran Tangan

acehbaru.com- Rendi dan Irwansyah, itulah nama Dua bocah malang berusia 7 tahun, warga desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil , sudah lebih dari enam bulan terakhir ini mereka hanya bisa terbaring sambil merintih kesakitan akibat penyakit "aneh" yang menggerogoti kaki keduanya hingga daging bagian kakinya nyaris habis.

Akibat penyakit yang belum diketahui secara pasti penyebabnya itu, kaki keduanya membusuk mulai dari pangkal paha hingga mata kaki, bahkan kaki Irwansyah tak lagi dapat diluruskan.

[caption id="attachment_27096" align="alignright" width="300"]Keluarga Rendi Keluarga Rendi[/caption]

"Ayah..., sakit, panas yah.." rintih Rendi saat acehbaru.com mengunjungi rumahnya, Rabu 14 November 2015 sore.

Mahfuddin ayah Rendi mengisahkan penyakit yang diderita putra kesayangannya itu mulanya hanya bengkak biasa, namun walaupun sudah berkali- kali diobati bekaknya tak kunjung kempis sampai akhirnya pecah, membusuk dan terus menjalar keseluruh kaki putranya.

"Awalnya hanya bengkak biasa, anak saya mengeluh panas dan gatal, sampai akhirnya seperti ini, saya nggak tega ngiliat dia merintih kesakitan seperti ini terus tiap hari " ucap Mahfuddin.

[caption id="attachment_27094" align="alignright" width="300"]Rendi - Telapak Kaki Rendi - Telapak Kaki[/caption]

Sebagai seorang ayah ia mengaku sudah menempuh berbagai cara pengobatan demi kesembuhan anaknya itu, mulai dari berobat alternatif, dirawat di RSUD Aceh Singkil bahkan sampai di rujuk ke RS di Medan Sumatra Utara, uang yang dihabiskan pun tidak sedikit, totalnya sudah mencapai Rp. 30 juta.

Tapi bukan kesembuhan yang didapat, kondisi putranya semakin hari kian memburuk, sampai akhirnya ia memutuskan membawa pulang putranya kerumah lantaran tak ada lagi biaya untuk menjaga anaknya di Medan.

"Berobat sudah kemana-mana, dirumah sakit sini aja uda sering, bahkan sampai dirujuk kemedan, kata dokter Penyakitnya, penyakit Diabetes, tapi obat yang diberikan belum ada hasilnya, uang saya sudah habis, makanya saya terpaksa memilih merawatnya dirumah.

Saat ditanya apakah pengobatan putranya tidak menggunakan BPJS? Mahfudin mengaku biaya pengobatannya memang ditanggung BPJS tetapi untuk biaya lain diluar biaya perawatan yang ditanggung BPJS harus menggunakan uang pribadi.

"Biaya pengobatan di rumah sakit memang gratis, tapi kami kan harus menjaganya, biaya untuk makan kami saat dirumah sakit, ongkos Juga kan harus pakai uang, itu yang sekarang kami tidak punya lagi" dulu ada saran saudara tuk buat proposal ke Pemerintah Singkil namun sampai sekarang gak di tanggapi’’ ya segala usaha udah kami jalankan’’ Keluh Mahfud.

Irwansyah 

[caption id="attachment_27095" align="alignleft" width="300"]Irwansyah Irwansyah[/caption]

Apa yang di keluhkan Mahfudin juga dirasakan oleh orang tua Irwansyah, yang juga memilih merawat putranya dirumah lantaran tak ada lagi biaya untuk mengobati anaknya, meskipun mereka tau dengan merawat putranya dirumah resikonya akan dapat membahayakan nyawa anaknya.

Namun mereka kini hanya bisa pasrah dan berserah diri kepada ALLAH sambil berharap ada uluran tangan Pemerintah atau Dermawan yang mau membantu biaya untuk kesembuhan putra kesayangan mereka. "Apa yang nggak sedih, lihat anak kayak gini, harusnya seusia inikan lagi riang-riangnya,

[caption id="attachment_27097" align="alignright" width="409"]Keluarga Irwansyah Keluarga Irwansyah[/caption]

tapi kenyataannya harus seperti ini, sekolah pun gak bisa, setiap hari hanya terbaring dan merintih kesakitan," Ungkap Buyung ayah Irwansyah yang kesehariannya menangkap ikan di sungai.

"Saya kerja cuma menangkap ikan kadang dapat kadang kosong, menghidupi keluarga saya aja kadang bantuan dari saudara, saya sudah berusaha untuk mengobati anak saya, saya orang takpunya, sebut buyung yang terlihat terengis dan meneteskan air mata, saat ia ceritaka tentang anaknya. "Saat ini aja kami terpaksa mengungsi kerumah mertua karna rumah kami sudah masuk air," Ungkap Buyung

[caption id="attachment_27093" align="alignright" width="300"]Irwansyah (7) kakinya mulai membusuk | Irwansyah (7) kakinya mulai membusuk |[/caption]

Sungguh ironi betapa tidak ditengah kepungan banjir yang sudah satu bulan melanda, dua desa itu juga pernah mengharumkan nama Kabupaten Aceh Singkil karena pernah mendapatkan Penghargaan disegi kesehatan ‘’United Nation servis Aword 2015 (UNPSA) Tahun 2015’’

Kini kondisi dua anak itu sangat memperhatinkan, apalagi ditambah dengan kondisi Desa Rantau Gedang dan Teluk Rumbia terisolasi akibat banjir yang memutuskan jalan darat untuk keluar masuk desa, kondisi itu membuat orang tua kedua anak yang malang itu resah, namun didalam tangis mereka tetap tegar menghadapinya. (wan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.