Header Ads

Halangi Pers, Berakhir Damai, Toke SPBU Minta Maaf

acehbaru.com | Aceh Barat - Melarang dan memaki jurnalis Metro Tv saat hendak melakukan peliputan ada aktivitas pengisian bbm  melalui jerigen di SPBU 14.236.415 Meulaboh berakhir damai,  Toke SPBU diwajibkan meminta maaf melalui lima media massa.


"Daripada kena penjara dua tahun dan denda Rp 500 juta, mau tidak mau harus bayarlah," kata Khadir Azhar, salah satu yang ikut serta dalam penyelesaian kasus jurnalis tersebut.


Sebagaimana diketahui, kejadian itu dialami oleh Arif Fahmi kontributor Metro TV di Meulaboh saat meliput pada SPBU Nomor 14 236 415 Gampong Pasi Pinang, Kecamatan Mereubo beberapa waktu lalu. Disana ia melihat ada mobil yang mengangkut minyak bensin bersubsidi menggunakan jerigen.


"Saya ambil gambar, pekerja SPBU itu memaki-maki saya. Dia menunjukan larangan menggunakan kamera di SPBU," kata Arif Fahmi.


Tak menerima penghambatan demikian, akhirnya Arif Fahmi melaporkan pihak managerial Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Barat ke polisi, karena diduga menyalahgunakan penjualan bahan bakar minyak bersubsidi dan menghalangi kerja jurnalis.


Setelah kasus tersebut dilaporkan, selang beberapa hari Pihak SPBU mengajukan damai selaku terlapor meminta pelapor agar kasus tersebut diselesaikan dengan damai.


Akhirnya pelapor bersedia mencabut laporan dengan syarat,   pelaku (pihak SPBU) bersedia meminta maaf di media dan segala biaya yang ditimbulkan menjadi tanggung jawab si peminta maaf. (bai)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.