Header Ads

Front Ummat Islam Unjuk Rasa Tuntut Bupati Singkil Mundur

acehbaru.com | Singkil - Sekitar lima puluhan massa gabungan dari Front Unmat Islam (FUI) Mahasiswa dan Pemuda berunjuk rasa mendesak Bupati Aceh Singkil Syafriadi dan Wakilnya Dulmursid segera mundur dari jabatannya. Tuntutan tersebut karena Bupati dan Wakil dianggap lambat dan terkesan membiarkan terjadinya konflik antar kelompok warga di Singkil.

Para pengunjuk rasa yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian itu menggunakan bak terbuka mereka datang dengan menggunakan truk bak terbuka dan sampai dikantor Bupati sekira pukul 11:30 Wib.

Dalam orasinya pengunjuk rasa menuntut pasangan Bupati Safriadi dan wakilnya Dulmursyid agar mundur, karena kedua pasangan pemimpin Kabupaten aceh ingkil dinggap gagal memimpin kabupaten itu. “Kami menuntut Bupati mundur dari jabatannya,” Teriak Irfan salah seorang orator.

Pengunjuk rasa juga menyinggung sikap bupati pasca aksi massa Selasa, 13 oktober 2014 silam yang berakhir dengan terbakarnya Gereja GHKI di Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Meriah dan bentrokan di Desa Dangguran Kecamatan Simpang Kanan yang mengakibatkan 1 orang tewas dan empat lainnya terluka.

“Pasca Bentrok warga Bupati sembunyi dan gagal memberikan rasa aman untuk warga,” Teriak pengunjuk rasa.

[caption id="attachment_27042" align="alignright" width="300"]Demo Front Ummat Islam menuntut Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil Mundur, Kamis 12 Nov 2015 | Foto Irwansyah Demo Front Ummat Islam menuntut Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil Mundur, Kamis 12 Nov 2015 | Foto Irwansyah[/caption]

Setelah sekitar 30 menit melakukan orasi di halaman Kantor Bupati, Bupati yang kabarnya ada di tempat menolak menemui pengunjuk rasa, akhirnya pengunjuk rasa berpindah tempat menuju gedung DPRK , namun disana juga tidak ada hasil atau kesepakatan yang dicapai, karena Ketua DPRK menolak menemui para pengunjuk rasa.

“ Kami kecewa dengan Bupati dan Ketua DPRK Aceh Singkil, Kami akan datang lagi dengan masa yang lebih besar, sampai Bupati mundur,” Pungkas Irfan Efendi Korlap aksi damai Front Ummat Islam

Sementara itu Wakil Ketua I DPRK Singkil mengatakan pihak DPRK telah mempersilahkan para pengunjuk rasa untuk masuk menemui pimpinan, tetapi tawaran tersebut ditolak oleh para pengunjuk rasa.

“Didalam kan lebih santun dan sopan, kita tidak mau menemui pendemo diluar bukan karena takut/ lebih baik kita didalam karna kita tidak mau seperti pengalaman Ketua DPRK di Medan yang meninggal karena didemo, kita semu tau itu kan,” Ujar Sunarso saat ditanya soal tuntutan pendemo, “Kita pelajari terlebih dahulu”. (wan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.