Header Ads

Disbudpar Gelar Workshop Tari Seudati

acehbaru.com | Banda Aceh – Sanggar seni Cit Ka Geunta (CKG) bekerja sama dengan Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh menggelar workshop Tari Seudati tingkat pelajar SMA se Kota Banda Aceh di gedung Sultan Selim, Jumat 13 November 2015.

Ketua Panitia Muhammad Al Kausar, dalam laporannya mengatakan, Sebanyak 50 peserta ikut serta dalam workshop tersebut yang semuanya berasal dari perwakilan sekolah tingkat SMA yang ada di kota Banda Aceh.

“Acara ini juga berlangsung selama tiga hari dan akan diisi oleh pemateri yang ahli dibidangnya, misalnya seperti bang Imam Juwaini yang juga pelaku seni”. Ungkap Kausar.

Lanjut Kausar, hari ini akan diisi oleh empat pemateri, antaranya Essi Hermaliza dari BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) yang membahas tentang Sejarah Seudati Aceh, dan Imam Juwaini MA yang merupakan Dosen dan Seniman membahas Peran dan Fungsi Tari Seudati.

“Selain mereka berdua, kita juga siapkan pemateri yang membahas masalah Syair Seudati dan Analisa Ragam Syair oleh Drs Tarimin, kemudian sorenya dilanjutkan oleh Zunaidillah yang mengupas Ragam Gerak Seudati,” ujar Kausar.

Acara workshop Tari Seudati akan berlangsung selama tiga hari di gedung Sultan Selim dan akan berakhir pada hari Minggu 15 November 2015.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Drs M Rizha MM saat membuka workshop menyampaikan agar generasi muda kota Banda Aceh harus lebih peduli terhadap kesenian lokal.

“Kesenian Aceh ini dikenal luas oleh masyarakat luar, jangan sampai pengaruh globalisasi membuat kesenian dan budaya Aceh memudar,” katanya.

Lanjut Kadisbudpar, Kita harus bangga dengan budaya yang kita miliki, generasi muda hari ini harus mampu bersaing dengan kreatifitasnya.

“Disbudpar dalam rangka membangkitkan kembali kesenian seudati bekerja sama dengan Cit Ka Geunta agar nilai budaya dari seudati ini lebih difahami oleh pelajar,” pungkasnya.

Diakhir sambutannya, M Ridha menyampaikan agar masyarakat Banda Aceh harus saling bekerja sama dan bahu membahu supaya generasi Banda Aceh memahami kembali makna dari sejarah seudati. (a/rilis)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.