Header Ads

CEO Penang Port Bahas Peluang Investasi di Aceh

acehbaru.com | Banda Aceh –CEO Penang Port, Datok Mohamad Sidik dan  Konsulat Jenderal RI untuk Malaysia, Agus Sonny Murdiyanto, SH beserta rombongan Rabu 18 November 2015 malam, berbicara soal investasi di Aceh dengan Sekretaris Propinsi Aceh Drs. Dermawan, MM  di Meuligoe Gubernur Aceh. Kamis, 19 November 2015 


Agar berkurang resiko lapar saat pembicaraan acara pertemuan tersebut juga dibarengi dengan  jamuan makan malam. Mereka berbicara soal peluang investasi pelabuhan di Aceh terutama berkaitan dengan export import dan pariwisata.


Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ir. Anwar Muhammad, M.Si, Kepala Bappeda Aceh, Zulkarnain HS,MM.  Kadis Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, Kadis Kehutanan, Ir Husaini Syamaun, Kepala Biro Ekonomi, Raudhi, serta sejumlah SKPA lainya.


Menurut Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh yang disampaikan melalui Sekretaris Badan Investasi Aceh, Zulkarnaini, SE mengatakan, rombongan dari Malaysia tersebut tiba di Aceh pada hari Rabu, (17/11) untuk meninjau Pelabuhan Sabang, Pelabuhan Malahayati dan pelabuhan Krueng Gukueh, namun dikarenakan waktu yang singkat, hanya dua Pelabuhan yang sempat dikunjungi, yaitu pelabuhan Sabang dan Malahayati.


“BPKS dan Pemko Sabang sudah mempresentasikan potensi investasi di Sabang terutama terkait fasilitas yang dibutuhkan untuk investasi, baik itu energi listrik, kawasan industri, gudang, pelabuhan internasional dan penerbangan” kata Zulkarnaini.


Selain itu jelasnya, rombongan juga melakukan pertemuan dengan jajaran PT. Pelindo di Pelabuhan Malahayati yang turut di hadiri oleh PT.Pelindo Pelabuhan Krueng Gukueuh.


Sebagaimana di ketahui pasca pendamaian 15 Agustus 2015 silam, tak terhitung para calon investor yang datang baik mempelari peluang, maupun menyatakan ingin berinvestasi di Aceh.


Namun dari sekian tidak semua berlanjut. Pun begitu dengan prospek sektor pelabuhan, di awal damai Ferry jurusan Penang Lhokseumawe di rintis, namun tak lama kemudian padam, kemudian ekport import via lhokseumawe juga dirintis, tapi hanya terjadi beberapa kali saja, kemudian Langsa juga merintis pelayaran Langsa -Penang,  akhir macet juga. Kenapa? (lia)




 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.