Header Ads

Bea Cukai Aceh Kumpul Barang Ilegal Senilai Rp2,8 M

acehbaru.com | Banda Aceh— Bea Cukai Aceh berhasil mengumpulkan barang ilegal  yang tertangkap senilai Rp2,8 miliar sepanjang 2015. Sementara yang tidak tertangkap kemungkinan besar pelaku penyelundup menggunakan ilmu Perabuen. Selasa 24 Nov 2015

Dikutip dari laman acehkita.com barang ilegal yang bernilai milyaran itu yang terbanyak adalah gula yang berasal dari pelabuhan bebas Sabang, bea cukai berhasil menangkap barang manis ini sebanyak 59 ton. Selain itu ada beras ketan 4,2 ton.

Selain gula dan ketan Bea Cukai juga menyita 786 ribu batang rokok tanpa pita cukai di kawasan Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, dan Langsa. Di Langsa, Bea Cukai juga menggagalkan penyelundupan bawang merah asal Malaysia yang masuk tanpa dokumen sah –lalu ada 30 ton lagi di Aceh Tamiang.

Di Bandara Internasional Iskandar Muda Blang Bintang, Bea Cukai menyitaa 638 gram narkotika yang didatangkan dari Malaysia.

“Total barang bukti yang disita senilai Rp2,8 miliar,” kata Saifullah Nasution kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa 24 Nov 2015. Dari total penyitaan itu, sebut Saifullah, kerugian negara mencapai Rp437 juta.

Ini merupakan hasil operasi dan penindakan Bea Cukai bersama aparat TNI/Polri, dan otoritas lainnya di Aceh sepanjang Januari hingga November 2015.

Soal Gula dan Beras Ketan

Beras ketan dari Sabang adalah  Beras dari luar negeri yang masuk melalui Pelabuhan Bebas Sabang itu tidak mengantongi dokumen masuk ke Aceh daratan. Sama seperti gula, beras dari Sabang juga dilarang edar di Aceh. Pemerintah hanya mengizinkan peredaran gula dari Thailand itu di kawasan Sabang saja.

Namun, warga dan pedagang berusaha memasukkan gula itu ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Ulee Lheue. (ira)

Arti Kata : Ilmu perabuen adalah ilmu yang membuat orang lain tidak nampak melihat dan mengalihkan perhatian. ilmu peurabuen ada 3 jenis, jenis pertama olahan manusia dengan manusia,  kedua dengan bantuan jin, ketiga berdoa kepada yang maha kuasa

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.