Header Ads

Truk Angkut Tanah Bikin Jalan Rusak, Warga Leubu Tanam Pisang Dijalan

acehbaru.com | Bireuen - Aksi protes yang dilakukan warga kemukiman Suka Makmur Kecamatan Makmur dengan menanam batang pisang di badan jalan Leubu - Ulee Gle dan melarang Truk pengangkut tanah timbun beroperasi, Minggu 25 Oktober 2015.

Protes tersebut bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pihak suplayer tanah timbun untuk Rel Kereta Api yang berdampak pada hancurnya badan jalan mulai dari desa Cot Kruet hingga ke desa Leubu Mee.

Dua batang pisang sudah tertanam di badan jalan yang rusak sejak pukul 07.00 pagi tepatnya depan kedai Desa Leubu Mesjid , satu jam kemudian mobil truk mulai berdatangan menuju lokasi pengambilan tanah di Cot Siula Desa Cot Kruet sekira 2 km dari tempat kejadian.

Namun mobil truk yang diperkirakan sekitar 30 unit lebih itu terpaksa parkir berjejer di jalan depan kedai Leubu Mesjid hingga mencapai 1 km , hal ini terjadi karena warga kemukiman Suka Makmur melarang mereka untuk tidak beraktivitas mengangkut tanah sebelum ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab terhadap jalan yang sudah rusak tersebut.

Menurut keterangan Muhammad Abdullah tokoh masyarakat Makmur, aksi yang dilakukan warga setelah adanya kesepakatan antara aparatur desa Leubu Mee , Leubu Cot , Leubu Mesjid, Kuta Barat, Tringgadeng dan Cot Kruet serta pihak Muspika Makmur.

"Aksi ini dilakukan untuk menjaga sarana jalan yang sudah hancur-hancuran akibat lalu lalangnya truk pengangkut tersebut dalam beberapa hari ini , disamping itu para sopirpun terkesan ugal-ugalan dalam mengejar trip tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya,"Ujarnya

[caption id="attachment_26531" align="alignnone" width="710"]Sejumlah truk pengangkut anah timbun parkir di Desa leubu Mesjid Kec, Makmur menyusul protes warga, karena aktivitas truk merusak badan jalan Sejumlah truk pengangkut anah timbun parkir di Desa leubu Mesjid Kec, Makmur menyusul protes warga, karena aktivitas truk merusak badan jalan[/caption]

Disamping itu mereka juga tidak memakai layar penutup tanah sehingga debu berterbangan dan mengganggu pengguna jalan. Tambah Imum Mukim Suka Makmur itu
Setelah satu jam lebih mobil tidak bisa beroperasi, akhirnya sekira pukul 10.00 wib pihak suplayer tanah menjumpai aparat Desa, mukim dan turut dihadiri camat ,kapolsek dan anggota Koramil Makmur serta unsur Dinas Cipta Karya dan Bina Marga. Kabupaten Bireuen untuk merembuk persoalan tersebut

Sambil menunggu hasil musyawarah ,mobil di perkenankan beroperasi kembali sekitar pukul 10.20 wib.

Dari hasil musyawarah tersebut, menurut camat Makmur Ibrahim S.Sos , jalan yang rusak segera diperbaiki pada hari Senin 26 Oktober 2015 dengan ketentuan pihak suplayer menyediakan Beko dan material sedangkan pihak dinas BMCK menyiapkan Grader dan Compac.

Sementara itu Eka Syahputra kabag pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas BMCK Kabupaten Bireuen yang turun langsung ke lokasi menjelaskan, mulai Senin dia segera menugaskan pekerja untuk memotong bagian jalan yang rusak.

Ketika ditanya apakah jalan yang dibongkar itu di aspal kembali, dia menjawab " jalan yang di bongkar ini tidak kita aspal, cuma kita timbun saja". Katanya

Namun untuk pengaspalan jalan Leubu akan di prioritaskan pada anggaran tahun 2016 ,tapi bagian aspal yang rusaknya kecil akan kita tempel aspal juga.tambahnya Eka
Setelah semua persoalan selesai,sekitar jam 1.30 wib camat yang didampingi kapolsek serta anggota Koramil Makmur, para geuchik kemukiman suka makmur juga mukim dan disaksikan masyarakat mencabut kembali pohon pisang tersebut (sal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.