Header Ads

Terminal Terpadu Kota Langsa Nyaris Mati

acehbaru.com | Langsa- Terminal terpadu langsa nyaris mati, penyebabnya maraknya praktek terminal bayangan dan loket angkutan umum liar yang menggunakan plat hitam liar beroperasi diluar terminal. Sabtu, 10 Oktober 2015

Koordinator Perwakilan 45 perusahaan angkutan umum terminal Langsa,  T Armaya kepada wartawan menguraikan, akibat tidak terjamahnya tata tertib terminal sebagai mana mestinya yang kini semakin amburadul, maka 45 perusahaan angkutan umum yang beroprasi di wilayah kota langsa menjadi mengeluh.

Dikatakanya, yang dikeluhkan masyarakat terminal akhir akhir ini bukanlah semacam upaya untuk menghambat rezeki pihak rekan-rekan yang lainnya, akan tetapi juga berpengaruh pada keindahan sebuah terminal dan yang lebih mengkhawatirkan lagi ialah hilangnya mata pencaharian kami yang telah memiliki hak legalitas secara resmi.

Padahal lanjut T Armaya, pada tanggal 21 maret 2013 telah di lakukan Rapat Koordinasi antara komisi D DPRA, Polda Aceh, Pangdam IM, DISHUBKOMTEL ACEH dan DPD ORGANDA ACEH, yang hasil kesepakatan pada acara koordinasi tersebut menjadi sebuah agenda penting dan akan di edarkan keseluruh wilayah Provinsi Aceh.

Lebih jauh ia menyatakan para loket yang beroperasi di luar terminal di harapkan dapat sama sama untuk bergabung guna menghidupkan aktifitas di terminal terpadu Langsa sesuai dengan surat edaran Dinas Perhubungan Provinsi Aceh no 551/768/2014 yang sifatnya penting dan segera di lakukan penegakan Hukum Perizinan Angkutan.

Sementara, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Kota Langsa Jufri saat ditemui wartawan pihaknya mengakui sangat sulit untuk menertibkan loket loket liar yang berada di luar terminal kota langsa.

Hal ini juga tidak hanya terjadi di langsa saja akan tetapi di seluruh wilayah Aceh lainnya dan sampai saat ini belum bisa di tertibkan meskipun tim penertiban telah lama terbentuk, “ ujar Kabid Darat.

Jufri juga mengakui belum menemukan solusi yang terbaik untuk mengimplementasikan surat edaran tersebut karena erat kaitannya dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih belum mentaati akan aturan hukum. Sesuai yang telah ditentukan. (i/jim)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.