Header Ads

Terkait Dugaan Bupati Bireuen Berijazah Palsu, Ini Keterangan Abu MUDI

acehbaru.com | Bireuen – Terkait demo mahasiswa yang meminta polisi untuk mengusut tuntas dugaan Bupati Bireuen Ruslan M. Daud menggunakan Ijazah Palsu yang dikeluarkan Pesantren Mudi Mesra Samalanga. Ini keterangan Tengku Hasanoel Basry atau lebih dikenal Abu MUDI

Ijazah setingkat Madrasah Aliyah (MA) milik Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud yang dikeluarkan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) MUDI Mesra Samalanga hal ini diakui sebagai ijazah asli menurut pimpinan MUDI Mesra H. Hasanoel Basry atau lebih dikenal Abu MUDI adalah sah. Baca juga : Ijazah Bupati Bireuen. “Jangan Gara-gara Kepentingan Politik Kawan, Ulama Jadi Tumbal”

“Itu ijazah asli, dia (Ruslan M. Daud-red) memang pernah mondok di MUDI Mesra, terdaftar dibuku regestrasi santri pada tahun 1990 dan tamat pada 22 juni 1999,” Sebut Abu MUDI.

Abu menjelaskan, terkait dengan kejanggalan tanggal dikeluarkannya ijazah (22 Juni 1999-red) yang sudah menggunakan kop Kabupaten Bireuen, padahal saat itu Kabupaten Bireuen belum lahir karena masih bergabung dengan Kabupaten Aceh Utara (Kabupaten Bireuen lahir Oktober 1999).

Dalam hal ini Abu MUDI menjelaskan bahwa ijazah Ruslan dibuat kembali pada awal tahun 2012, atas permintaan Ruslan M. Daud sendiri dengan alasan ijazah yang lama sudah hilang.

“Awal tahun 2012 Ruslan meminta kembali ijazahnya, dengan alasan ijazahnya sudah hilang, setelah kami periksa di buku registrasi santri memang benar Ruslan M. Daud ada mondok di MUDI, makanya kami buatkan kembali ijazahnya, cuma di blanko dengan kop Kabupaten Bireuen, karena blanko lama dengan kop Aceh Utara tidak ada lagi, tapi tetap dengan tanggal dimana Ruslan M. Daud menamatkan pendidikan.

Oleh sebab itu, hal inilah ada yang menganggap menimbulkan kerancuan bahkan disinyalir palsu,” jelas Abu MUDI yang didampingi Said Mayeddin DMS, Wadir II Bidang administrasi dan Keuangan.

Abu MUDI menegaskan, terkait dengan permintaan ijazah kembali dengan alasan hilang bukan untuk Ruslan M. Daud saja diberikan, “siapapun yang meminta ijazah kembali jika memang pernah mengenyam pendidikan di MUDI Mesra dan terdaftar dibuku regestrasi santri pasti akan dikeluarkan ijazah baru,” tegasnya.

Kemudian Abu MUDI juga menjelaskan bahwa masalah umur tidak dibatasi untuk mengenyam pendidikan di pesantren, hal ini beda dengan pendidikan formal (ira/str-tag)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.