Header Ads

Siapa Sembunyikan Elpiji Di Meulaboh ?

acehbaru.com | Aceh Barat - Kelangkaan gas elpiji bersubsidi di Aceh Barat dan Nagan Raya, membuat masyarakat resah. Pasalnya dari biasanya harga eceran tertinggi (Het) Rp.16 ribu pertabung 3 kilogram, kini harga jual dipasaran menjadi Rp.32 ribu/tabung. Sabtu, 31 Oktober 2015. Kelangkaan diduga ada permainan.

Pantauan acehbaru.com kelangkaan gas Elpiji di kawasan ini telah terjadi sejak Agustus 2015 lalu, sehingga masyarakat ber ekonomi lemah selain mengeluh soal harga, juga gas yang tersedia dipasaran langka.

Keresahan ini pernah dikeluhkan puluhan ibu rumah tangga ke DPRK setempat, pada Selasa, 27 Oktober 2015, pun begitu kondisi belum juga pulih. Sebagai jawaban awal dari pemerintah setempat mereka melakukan operasi mencari siapa yang telah menyalahkan gunakan elpiji 3 kilo gram? Hasilnya operasi gabungan tersebut hanya menjaring beberapa tabung gas di rumah makan dan penjual bakso.

Itukah penyebab menghilang gas elpiji seluruh kota Meulaboh dan Nagan Raya? Tentunya jawabannya tidak.

Kepala dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan usaha kecil-menengah (Disperindakop) Aceh Barat, Adami Umar mensinyalir adanya permainan pihak tertentu dan para agen elpiji di Meulaboh. Mendiamkan gas dalam waktu tertentu tentunya akan menjadi alasan mereka mendistribusi dalam harga mahal, dengan kondisi ini para agen akan mendapatkan laba lebih besar.

Bahkan beberapa tempat lain di Aceh, bila terjadi kelangkaan gas 3 kilo gram, biasanya permainan agen dengan cara mendiamkan, sehingga terjadi kekosongan gas, ketika masyarakat sudah terdesak baru di edarkan dengan harga mahal, sementara di pangkalan mereka hanya menyisakan sedikit.

Cara lain adalah menjual ke daerah pedalaman atau bukan wilayah ecerannya dengan harga tinggi, dan banyak juga agen untuk meraup untung yang berlipat menjual kepada pedagang gas eceran yang mau membeli dalam harga mahal.

Fakta ini sama halnya dengan permainan minyak tanah sebelum gas diluncurkan pemerintah.

Terkait dengan persoalan ini, Direktur PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional Terminal BBM Meulaboh, Bastari, mengaku, tak punya hak untuk member keterangan soal kelangkaan gas elpiji dan BBM untuk wilayah Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya, dimeminta media untuk konfirmasi langsung ke pertamina di Banda Aceh. (bai)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.