Header Ads

Puluhan Kapal Penyelundup Tujuan Indonesia Markir di Malaysia

acehbaru.com – Puluhan kapal penyelundup tujuan Indonesia hingga saat ini masih markir diberbagai pelabuhan di Negeri Jiran Malaysia.  Langkah pantau yang dilakukan kapal tersebut menyusul ketatnya pengawasan terhadap barang ilegal oleh DJBC, TNI/Polri, dan Kementerian Perdagangan

"Sekarang ada berapa puluh kapal yang mencoba masuk. Mereka masih bertahan di dermaga-dermaga Malaysia," kata Harry di Jakarta, Selasa 27 Oktober 2015 sebagaimana dikutip Kompas.com.

Menurut data DJBC, pintu-pintu masuk barang-barang selundupan paling banyak ada di Pulau Sumatera.

Harry mengatakan, barang-barang selundupan hanya butuh waktu perjalanan kurang dari 4 jam untuk sampai pasar Indonesia. Harry menuturkan, barang-barang selundupan banyak datang dari Malaysia, kemudian melalui Singapura. "Mulai dari beras, elektronik, hingga pakaian bekas," kata Harry.

Sementara itu, penyelundupan yang terjadi di pelabuhan-pelabuhan utama, seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak, biasanya dikategorikan penyelundupan administrasi.

Penyelundupan administrasi ini bisa berupa pemalsuan dokumen, misalnya impor TV 20 inci tetapi di dokumen tertulis TV 32 inci.

"(Bisa juga) tidak memenuhi ketentuan yang disampaikan Kementerian Perdagangan sehingga barang-barang tersebut kami selidiki," ucap Harry.

Berdasarkan data DJBC, ada sejumlah pintu masuk barang-barang selundupan, yakni Lhokseumawe, Teluk Nibung, Dumai, Bengkalis, Pekanbaru, Tembilahan, dan Jambi.

Harry mengatakan, pihaknya harus bekerja keras untuk mengawasi masuknya barang-barang dari luar karena ada sekitar 600 peraturan dari instansi pemerintah yang butuh pengawasan dari DJBC. (Kompas.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.