Header Ads

Polisi Terlibat Dalam Tambang Ilegal Lumajang, Bertambah : Kata Kapolri

acehbaru.com | Jember -Jumlah oknum polisi yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal yang kemudian mengakibatkan Salim Kancil terbunuh kemungkinan akan terus bertambah jumlahnya. Hingga saat ini tiga anggota polisi yang menjadi tersangka dan telah diproses hukum. Minggu, 11 Oktober 2015

"Kami proses hukum, bisa disiplin dan bisa dipidana. Kemungkinan (tersangka) bertambah bisa saja tergantung fakta hukum yang ditemukan," kata Kapolri Badroddin Hati Sabtu, 10 Oktober 2015 sebagaimana dilansir laman TEMPO.CO

Badrodin mengatakan anggota Polri juga akan diproses secara hukum. Badrodin mengatakan dari penyidikan yang dilakukan akan dilihat fakta hukumnya, sehingga bisa dijadikan bukti. "Sudah dilakukan proses hukum. Siapa pun yang bersalah diproses secara hukum, baik itu penambang, pelaku pembunuhan, kepala desa, termasuk siapa pun," kata Badrodin Haiti di Jember.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji. "Kasus Lumajang sudah, semua hasil penyidikan sudah," kata Anton. Ihwal dugaan aliran uang, penyidik terus melakukan penyidikan. "Akan ketahuan dari siapa ke siapa,"

katanya di sela mendampingi Kapolri ke Jember. Ihwal pemeriksaan yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan, Anton mengatakan juga masih dalam pengembangan. "Kalau sudah sidang disiplin ya jadi tersangka. Internal ini," kata Anton.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga oknum dari jajaran Kepolisian Resor Lumajang diduga terlibat dalam kasus ilegal mining di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dalam kasus kisruh penambangan ilegal ini, Salim Kancil terbunuh, sedangkan Tosan mengalami luka-luka serius. Kepala Desa Selok Awar-awar Hariyono menjadi aktor intelektual dan kemudian ditetapkan menjadi tersangka kasus ilegal mining serta pembunuhan Salim Kancil. (i/TEMPO.CO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.