Header Ads

Penggelap Raskin Kecamatan Pante Bidari, Jadi Tersangka

acehbaru.com | Aceh Timur- Satuan Reskrim Polres Aceh Timur akhirnya menetapkan Seorang PNS Kecamatan Pantee Bidari sebagai tersangka penghilangan beras raskin sebanyak 70 ton di Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur. Sabtu, 24 Oktober 2015

Nurmala adalah salah satu tersangka kasus hilangnya 70 ton beras miskin (raskin) pada tahun 2014 untuk 22 desa di Kecamatan Pantee Bidari.

Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, setelah proses penyelidikan selama 5 Bulan sejak maret 2015 lalu, akhirnya Nurmala ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penghilangan raskin.

"Dia ditahan selama 20 hari ke depan, mulai tanggal 21 Oktober 2015. Kami juga sudah meminta keterangan saksi ahli dari Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Aceh untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka,"  Kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menambahkan, Kasus tersebut mulai diusut sejak bulan Maret tahun ini sedangkan Nurmala kami tetapkan sebagai tersangka baru pada bulan Juni 2015 dan hasil audit BPKP, kerugian negara atas perbuatan Nurmala tersebut sebanyak 101.850 Kg beras, jika diasumsikan dengan uang setara dengan Rp. 656.697.000,-. Dari hasil audit BPKP tersebut bisa menjadi alat bukti saksi ahli bahwa perbuatan Nurmala telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

Sesuai Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, pasal 2 (dua) dan 3 (tiga) tersangka akan terken ancaman penjara kurungan maksimal 20 tahun. Pungkas Kasat Reskrim AKP Budhi Nasuh Waruwu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 70 ton lebih raskin jatah 22 desa tahun 2014 di Kecamatan Pantee Bidari, raib. Padahal beras itu telah ditebus dari Bulog oleh petugas kecamatan, Nurmala, yang juga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di kecamatan itu. Akibatnya, para keuchik di 22 desa itu sudah tak tahan lagi, karena setiap hari didatangi warga mempertanyakan raskin 2-5 bulan jatah tahun 2014 yang belum disalurkan.

M Nasir, Camat Pantee Bidari, mengatakan, jumlah warga penerima raskin dari 22 desa dari 23 desa yang ada di kecamatan itu adalah 1.815 Kepala Keluarga (KK). Terbongkarnya raskin jatah tahun 2014 yang tak disalurkan itu, ketika banjir melanda Aceh Timur, Desember 2014 lalu.

Berdasarkan laporan masyarakat itu, Camat Nasir langsung mempertanyakan pada penyalur raskin kecamatan Nurmala, tapi jawaban yang diperoleh berbelit-belit. Merasa ada keanehan, Camat Pantee Bidari itu juga langsung memerintahkan Sekretaris Camat (Sekcam) dan Kasi Kesra bersama Nurmala untuk menanyakan hal itu ke Bulog.

“Saat itu Nurmala tak bisa berkutik lagi, setelah Bulog menunjukkan bukti penyaluran raskin tersebut,” jelas M Nasir.

Selanjutnya Camat Pantee Bidari melaporkan permasalahan itu kepada Bupati Aceh Timur. Pemkab Aceh Timur kemudian menurunkan tim untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Di hadapan tim Pemkab Aceh Timur, Nurmala berjanji akan membayar atau menyicil penyaluran raskin tersebut dan tertuang dalam surat pernyataan tertanggal 23 Januari 2015 yang berisikan kesanggupan Nurmala berjanji akan menggantikan secara bertahap raskin tersebut.

Tahap pertama yaitu dalam jangka 2 bulan akan digantikan sebanyak 20 ton, dan tahap selanjutnya dalam jangka 6 bulan akan digantikan 55,225 ton, dari total raskin yang digelapkan 70 ton lebih. Tapi setelah sampai pada waktu yang disepakati Nurmala tidak kunjung memenuhi janjinya, hingga akhirnya kasus ini bergulir ke ranah hukum. (ham)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.